Penyebab Anak Ngompol Saat Tidur

by Ummi on September 23, 2015

Sudah tak terhitung jumlahnya ibu-ibu yang tidak bisa tidur nyenyak di malam dari akibat menghawatirkan masalah anakanya yang sering mengompol. Mengompol adalah kondisi umum yang biasa ditandai oleh ketidakmampuan anak untuk melakukan kontrol pada kandung kemih selama tidur, dan diduga telah mempengaruhi banyak anak.

penyebab ngompol

Biasanya, setelah memasuki usia 4 tahun, anak akan mulai bisa mengendalikan terhadap pergerakan air kencingnya. Namun, jika anakmu tetap secara tidak sadar mengompol selama tidur bahkan meski sudah berusia 5 tahun ke atas, ia mungkin menderita penyakit nocturnal enuresis (ngompolan).

Ada beberapa alasan mengapa anakmu gagal dalam mengendalikan air kencingnya. Berikut adalah beberapa alasan mengapa anak suka mengompol :

Kurang begitu bisa mengontrol kandung kemihnya

Biasanya, anak-anak akan mampu mengendalikan pergerakan kencingnya saat dia mencapai usia 4 tahun. Namun bagaimanapun juga, ada juga sebagian anak yang memang malas dan membutuhkan waktu ekstra untuk mempelajari bagaimana cara mengontrol kencingnya saat mereka tidur.

Konstipasi

Memang penyebab ini kedengarannya mengejutkan, namun ketika perut yang kenyang menekan kandung kemih, mereka dapat menyebabkan buang air kecil yang tidak terkontrol saat tidur.

Masalah saluran air kencing

Anak-anak bisa mengalami inkontinensia urin setelah menderita infeksi kandung kemih. Hal ini disebabkan sfingter kemih, yang mencegah pengeluaran paksa urin, menjadi lemah dan menyebabkan pengeluaran urin yang terus menerus selama tidur dan juga di siang hari.

Masalah psikologi

Anehnya, mengalami gangguan emosional, trauma, dan masalah psikologi lainnya juga bisa menyebabkan anak mengompol saat tidur.

Ketidak seimbangan hormon

Ketidakseimbangan hormon juga bisa menyebabkan anak suka ngompol. Setiap orang akan memproduksi hormon yang disebut antidiuretic hormone (ADH) yang berfungsi memberitahukan tubuhmu untuk memperlambat produksi urin sepanjang malam. Jumlah urin yang semakin rendah membantu kandung kemih yang normal untuk menahan kencing sepanjang malam. Anak yang tidak bisa membuat jumlah hormon ADH yang memadai, bisa mengalami ngompol karena kandung kemihnya tidak bisa mengakomodasi jumlah urin yang lebih tinggi.

Jenis kelamin & faktor genetik

Selain itu, jenis kelamin dan faktor genetik juga sangat berpengaruh pada masalah mengompol. Memang, baik anak laki-laki atau perempuan sama-sama bisa mengalami ngompol di masa kecilnya. Meski begitu, anak laki-laki cenderung masih sering mengompol walau sudah mulai beranjak dewasa. Riwayat keluarga juga memiliki peran tersendiri. Kamu akan cenderung suka mengompol jika orangtua, saudara kandung, atau anggota keluarga lain juga memiliki masalah yang serupa.