Penyebab Anoreksia

by Ummi on March 24, 2016

Setelah pada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai apa itu anoreksia dan apa saja gejala dan tanda-tandanya, maka kali ini akan kita ulas lebih mendalam mengenai penyebab dari timbulnya kondisi anoreksia.

Penyebab persis dari anorexia nervosa hingga sekarang masih belum diketahui secara pasti, namun sebagian besar para spesialis percaya bahwa itu cenderung merupakan akibat dari kombinasi beberapa faktor, seperti yang akan dipaparkan sebagai berikut :

penyebab umum anoreksia

Faktor Psikologi

Banyak orang yang menderita anoreksia menunjukkan kepribadian tertentu dan perilaku yang mungkin membuat mereka lebih mungkin untuk mengalami kondisi tersebut. Hal ini termasuk:

  • Kecenderungan mengalami depresi dan kecemasan
  • Merasa kesulitan dalam mengatasi stres yang dihadapi
  • Terlalu berlebihan dalam mengkhawatirkan dan merasa takut akan sesuatu atau meragukan tentang masa depan
  • Bersifat perfeksionis – mengatur dengan ketat, dan menuntut segala hal harus sesuai gol atau standar tertentu
  • Menjadi sangat emosional tanpa terkendali
  • Memiliki perasaan obsesi dan pemaksaan

Ada juga yang menduga bahwa sebagian orang yang menderita anoreksia memiliki perasaan takut yang berlebihan (phobia) akan menjadi gemuk.

Faktor Lingkungan

Masa pubertas sepertinya bisa menjadi faktor lingkungan penting yang ikut andil dalam menyebabkan anoreksia. Itu mungkin disebabkan kombinasi antara perubahan hormon dan merasa stres, cemas, dan kurang percaya diri selama melewati masa pubertas yang bisa memicu timbulnya anoreksia.

Pergaulan modern dan masayarakat era sekarang yang terpapar berbagai pesan media yang secara terus menerus menekankan gagasan bahwa kurus itu cantik juga dapat memainkan peran. Majalah, surat kabar, dan media sosial juga kini sering fokus pada ketidaksempurnaan fisik ringan yang dimiliki para selebritis, seperti artis yang kelihatan bertambah gemuk atau memiliki selulit.

Faktor lingkungan lain yang mungkin juga ikut andil dalam menimbulkan anoreksia diantaranya adalah :

  • Tekanan dan stres di sekolah, seperti tugas ujian yang berat atau bullying, terutama yang mengejek soal berat badan atau bentuk tubuh.
  • Pekerjaan atau hobi yang menuntut dimana menjadi kurus adalah yang ideal, seperti menari, menjadi model, artis, atau atletik.
  • Peristiwa dalam kehidupan yang penuh stress, seperti kehilangan pekerjaan, putus cinta, atau duka cita yang mendalam.
  • Hubungan keluarga yang tidak harmonis dan penuh lika liku.
  • Kekerasan fisik atau seksual.

Anoreksia juga sering mulai terjadi sebagai bentuk dari diet yang secara bertahap keluar dari kendali.

Faktor biologis dan genetik

Diduga bahwa perubahan dalam fungsi otak atau kadar hormon juga mungkin memiliki peran dalam anoreksia, meskipun tidak jelas apakah ini menyebabkan anoreksia atau mereka terjadi kemudian sebagai akibat dari kekurangan gizi.

Perubahan ini kemungkinan bisa mempengaruhi bagian dari otak yang mengendalikan nafsu makan, atau mungkin menyebabkan perasaan cemas dan rasa bersalah ketika makan, yang akan semakin meningkat ketika tidak makan atau setelah olahraga berlebihan.

Resiko seseorang terkena anoreksia juga diduga akan lebih besar pada diri seseorang dengan riwayat keluarga yang mengalami gangguan pola makan, depresi, atau penyalahgunaan obat, sehingga mengindikasikan bahwa faktor gen juga memainkan peranan.