Penyebab Bayi Lahir Prematur

by Ummi on September 7, 2015

Apakah kamu saat ini sedang hamil, dan harap-harap cemas menunggu kelahiran sang buah hati? Tentu setiap ibu ingin melahirkan bayinya setelah melalui masa tahapan kehamilan yang sempurna. Namun, ada beberapa situasi yang bisa menyebabkan melahirkan bayi prematur, yang bisa saja terjadi secara alami, atau diinduksi oleh dokter kandungan karena adanya beberapa resiko kesehatan yang bisa mengancam nyawa bayi atau ibunya. Bayi di katakan bayi prematur saat mereka dilahirkan sebelum memasuki minggu ke-37 usia kehamilan. Hal ini disebabkan, mengandung bayi selama masa periode 40 minggu penuh dikaitkan dengan masa kehamilan yang lengkap.

penyebab bayi lahir prematur

Jika bayi lahir sebelum lengkapnya masa 37 minggu usia kehamilan, maka ia akan dianggap bayi prematur. Kelahiran prematur memiliki beberapa subkategori berdasarkan usia kehamilan bayinya, yakni sebagai berikut :

  • Bayi lahir sebelum masa 28 minggu usia kehamilan, dianggap sangat prematur sekali.
  • Bayi lahir antara masa 28 dan 32 minggu usia kehamilan, dianggap sangat prematur.
  • Bayi lahir antara masa 32 dan 37 minggu usia kehamilan, dianggap prematur sedang.

Penyebab bayi lahir prematur

Meski kelahiran prematur sangat umum terjadi di zaman sekarang ini, namun penting bagi calon ibu untuk mewaspadai berbagai penyebab melahirkan bayi prematur, resiko yang berkaitan dengan kelahiran prematur, dan tindakan pencegahan yang harus kamu ambil untuk mencegah kelahiran prematur.  Jika ibu sudah tahu apa yang disebut dengan kelahiran prematur, kini saatnya menyimak tentang beberapa penyebab dari bayi lahir prematur pada ulasan berikut ini :

Infeksi kronis

Setiap jenis infeksi yang menjangkiti sang ibu, mungkin dapat menyebakan kelahiran prematur. Perkembangbiakan bakteri bisa membuat membran internal menjadi semakin lemah, dan dapat pula mempengaruhi kantung ketuban, yang pada gilirannya bisa membuat selaput pecah. Kejadian ini biasanya dikenal dengan istilah “pecahnya air ketuban’.

Infeksi umum yang bisa menyebabkan ibu melahirkan bayi prematur disebut dengan infeksi bakteri vaginosis atau BV, yang umum dialami kalangan wanita hamil. Gejala yang dikaitkan dengan infeksi bakteri vaginosis ini meliputi :

  • Sensasi terbakar saat buang air kecil.
  • Perubahan cairan vagina, kebanyakan menjadi berwarna putih terang atau abu-abu.
  • Iritasi yang terjadi pada kulit disekitar daerah organ intim.

Infeksi bakteri lain seperti Clamidia, trichominiosis, dan gonorrhea juga bisa menyebabkan kelahiran prematur.

Riwayat melahirkan bayi prematur

Jika kamu sebelumnya sudah mempunyai anak yang juga lahir secara prematur, maka kamu juga dalam resiko tinggi untuk melahirkan bayi prematur nanti saat kamu hamil lagi. Kamu mungkin disarankan untuk menghindari obat-obatan yang bisa memicu kontraksi dan supaya istirahat total di rumah guna menghindari melahirkan bayi prematur lagi. Selalu pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum merencanakan memiliki anak ke dua jika sebelumnya kamu sudah pernah melahirkan secara prematur.

Komplikasi kesehatan

Berbagai masalah kesehatan yang mungkin dialami sang ibu selama proses kehamilan seperti Diabetes, tekanan darah tinggi, preeklampsia atau kondisi pengentalan darah, masalah jantung, ataupun penyakit Lupus bsa menjadi penyebab dasar yang mengawali kelahiran bayi prematur. Sebagian besar, dokter akan menjadwalkan operasi caesar saat ibu dan bayi rentan mengalami komplikasi kesehatan. Ini dilakukan karena, terkadang dengan membiarkan sang ibu untuk tetap meneruskan kehamilannnya selama beberapa hari kedepan, bisa menempatkan ibu atau bayinya berada pada resiko kesehatan yang tinggi.

Gaya hidup yang menetap (kurang aktif)

Ibu yang memiliki gaya hidup yang tidak sehat dan memiliki berat badan yang kurang, perawatan kehamilan yang kurang dipantau, atau masalah kekurangan gizi lebih cenderung melahirkan bayi secara prematur. Juga, kebiasaan buruk seperti merokok, minum banyak alkohol, narkoba, masalah emosional seperti depresi, stress, kecemasan, serta terlalu banyak bekerja bisa menyebabkan bayi lahir prematur.

Mengandung bayi kembar

Ibu yang memilih untuk berbagai metode agar bisa hamil, terkadang bisa memiliki bayi kembar 2, tiga, atau bahkan empat sekaligus, yang mungkin bisa menyebabkan kelahiran prematur. Saat ada lebih dari satu janin yang dikandung selama satu masa kehamilan, dokter biasanya akan menyarankan induksi dini guna menyelamatkan semua bayi yang ada di kandungan.

Jarak yang pendek diantara dua kehamilan

Jika kamu ternyata sudah hamil lagi bayi yang kedua setelah masa 6 hingga 9 bulan sejak melahirkan bayi yang pertama (orang jawa menyebutnya ‘sundulan’), maka ini bisa menjadi faktor resiko untuk kelahiran prematur. Penelitian menunjukkan bahwa jarak antara 6-11 bulan diantara dua kehamilan sangat penting bagi seorang wanita untuk bisa hamil lagi karena itu bisa menghindarkannya dari semua jenis cacat lahir, bayi dengan berat badan rendah, dan kelahiran prematur.