≡ Menu
werno-werno.com

Penyebab dan Cara Mengatasi Kram Perut di Masa Kehamilan

Penting untuk diketahui bahwa kram perut pada awal kehamilan benar-benar normal dan juga cukup umum terjadi. Biasanya tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena tubuh Anda mengalami sejumlah besar perubahan saat ada kehidupan baru berkembang di rahim Anda. Saat tubuh Anda menyesuaikan diri untuk mengakomodasi janin Anda yang sedang tumbuh, kram pasti akan terjadi pada sebagian besar wanita.

peruut kram

Meski begitu, kram parah bisa melemahkan tubuh dan mungkin merupakan indikasi adanya masalah pada kehamilan. Terlepas dari tingkat keparahannya, adalah bijaksana untuk menyebutkannya ke dokter, atau bidan Anda untuk memastikan bahwa semuanya berjalan normal.

Penyebab Kram pada Awal Kehamilan

Ada beberapa penyebab kram pada awal kehamilan, termasuk diantaranya adalah menempelnya embrio ke dinding rahim, pertumbuhan janin, hubungan seksual, atau pertumbuhan otot baru dan peregangan tendon / ligamen.

Proses menempelnya Embrio: Saat embrio menempel pertama kali dengan dinding rahim dan mulai tumbuh, maka hal itu bisa menyebabkan kram ringan dan beberapa perdarahan ringan atau flek. Ini mungkin pertanda awal kehamilan dan biasanya saat pertama wanita hamil mengalami kram dalam bentuk apapun.

Hubungan Seksual: Berhubungan seks saat hamil bisa menjadi aktivitas fisik yang tidak biasa yang dapat menyebabkan beberapa tekanan pergeseran dan tekanan pada rahim. Hal ini bisa menyebabkan kram atau nyeri setelah berhubungan seks, tapi ini normal, dan bukan penyebab kekhawatiran.

Pertumbuhan Normal Fetus: Saat janin berkembang di rahim Anda, akan ada peregangan alami rahim saat bayi tumbuh. Juga, rahim Anda akan mulai membesar seiring pertumbuhan bayi, yang akan mengakibatkan ketidaknyamanan dan sesak perut.

Peregangan Ligamen: Seiring kemajuan kehamilan, ligamen dan otot di sekitar rahim, selangkangan, dan pinggul akan mulai berubah, untuk persiapan melahirkan bayi, yang bisa menyebabkan kram.

Masalah gastrointestinal: Jika Anda mengalami konstipasi atau kembung, dua gejala umum dari kehamilan, ini dapat memberi tekanan berlebih pada dinding perut dan usus, menyebabkan sensasi kram pada awal kehamilan.

Penyebab serius lainnya: Sementara penyebab yang tercantum di atas normal dan tidak menimbulkan kekhawatiran, kram pada kehamilan juga dapat disebabkan oleh kehamilan ektopik, kehamilan kimia, keguguran atau preeklampsia atau infeksi saluran kemih, yang semuanya memerlukan perhatian medis.

Cara Mengatasi Kram Perut saat awal kehamlian

Untungnya, ada sejumlah perawatan sederhana untuk mengatasi kram, antara lain seperti tetap aktif, perawatan panas, dan latihan kegel.

Tetap Terhidrasi

Jika Anda minum cukup air saat hamil, Anda bisa memastikan gerakan otot dan komunikasi sistem saraf yang baik, yang bisa mengurangi keparahan kram.

Senam kegel

Anda bisa melatih otot di sekitar pangkal paha dan pinggul, serta dinding perut dan rahim, dengan melakukan latihan kegel. Ini akan membuat mereka lebih fleksibel dan mampu meregang untuk menampung bayi tanpa banyak ketidaknyamanan.

Terapi panas

Mandi air panas atau mengoleskan kompres hangat ke tempat kram bisa merangsang aliran darah dan melonggarkan kram, sekaligus juga merilekskan otot ke seluruh tubuh.

Tetap aktif

Penting untuk tetap aktif di awal kehamilan, dan latihan berjalan cepat atau ringan agar bisa mengurangi frekuensi kram.

Pencegahan untuk Kram

Anda bisa mencegah kram pada awal kehamilan diantaranya dengan menghilangkan makanan yang difermentasi dan memperbaiki postur tubuh Anda.

Peregangan

Peregangan 1-2 kali per hari bisa menjadi cara mudah untuk mencegah timbulnya kram, terutama pada trimester pertama.

Hindari Makanan fermentasi

Makanan seperti asinan kubis, yogurt, keju, dan kefir semua difermentasi dan dapat meningkatkan penumpukan gas di usus; hindari makanan ini jika Anda sedang berjuang dengan kram yang terus-menerus atau konstan.

Perbaiki postur

Tetap nyaman selama kehamilan adalah kunci, tapi pastikan untuk memperhatikan postur tubuh Anda, seperti menepuk-nepuk perut Anda dan membuat ketegangan pada otot-otot itu akan sering merangsang kram.

0 comments… add one

Leave a Comment