Penyebab Haid Terhenti Atau Tidak Teratur

by Ummi on January 6, 2017

Apakah kamu tidak mengalami haid atau menstruasi bulan ini? Hal pertama yang harus dipertimbangkan adalah kehamilan. Jika ternyata kamu tidak hamil, kemungkinan penyebab lain mungkin terkait dengan penggunaan pil KB tertentu atau mulai memasuki masa menopause. Salah satu efek samping dari penggunaan pil KB dosis rendah adalah haid yang sebentar atau tidak haid sama sekali. Jadi, mungkin sudah saatnya untuk berkonsultasi dengan doktermu tentang mengganti pil KB yang kamu gunakan.

Memasuki masa menopause juga dapat menyebabkan menstruasi yang tidak teratur sebelum mereka berakhir sepenuhnya. Selain dari tiga kemungkinan yang sudah disebutkan di atas, ada beberapa masalah kesehatan lain serta gaya hidup dan faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi daur menstruasimu. Jika menstruasimu yang biasanya teratur tapi tiba-tiba menjadi tidak teratur, maka kamu harus menanggapinya dengan serius.

Ketidaknormalan berhentinya haid ini disebut amenore. Sedangkan menstruasi yang tidak teratur dapat didefinisikan sebagai:
Metrorrhagia– ketika perdarahan yang tidak teratur terjadi di antara periode haidmu yang biasanya.
Oligomenorrhea– saat mens terjadi pada interval yang lebih banyak dari 35 hari.
Polymenorrhea– saat mens terjadi pada interval 21 hari atau kurang dari itu.

Lalu, apa saja sih yang bisa menyebabkan haid tidak teratur atau bahkan tidak haid sama sekali, sehingga kamu bisa menemukan cara terbaik untuk mengatasinya? Penasaran? Simak ulasan tentang penyebab haid tidak teratur berikut ini :

Tingkat stress yang tinggi

Tingkat stres dapat mempengaruhi siklus menstruasimu. Jika kamu mengalami stres yang sangat tinggi, maka dapat menyebabkan tidak haid atau menstruasi yang tidak teratur. Ketika tubuhmu sibuk menangani stres yang ekstrim, maka otakmu akan menutup produksi estrogen dan hormon reproduksi lainnya yang diperlukan untuk ovulasi. Hal ini dilakukan untuk mencegah reproduksi berada dalam lingkungan yang mengancam serta untuk menghemat energi. Sebagai akibatnya, maka kamu mendapatkan datang bulan yang tidak tepat pada waktunya.

Sebuah studi tahun 2015 yang diterbitkan dalam Journal of Clinical & Diagnostic Research melaporkan bahwa tingkat stres yang tinggi dikaitkan dengan ketidakteraturan menstruasi saja dan tidak terkait dengan durasi, jumlah aliran atau amenore. Penelitian cross-sectional ini dilakukan pada 100 mahasiswa perempuan dari sebuah perguruan tinggi medis. Jadi, pastikan kamu untuk bersantai setelah bekerja dan meluangkan waktu untuk menghilangkan stres pikiran dan tubuhmu. Cobalah melakukan yoga, mandi air panas atau membaca buku.

Berolahraga terlalu keras

Meskipun olahraga teratur baik untuk kesehatan secara keseluruhan, olahraga terlalu keras dapat berdampak buruk bagi perempuan, terutama bagi mereka yang menjadi atlet. Bahkan, terlalu over olahraga adalah salah satu alasan utama di balik gangguan siklus menstruasi. Seperti hormon stres lainnya, kortisol dilepaskan dalam rangka menanggapi setiap aktivitas fisik, yang pada gilirannya dapat menguras energi tubuh yang dibutuhkan untuk mengatur hormon seks.

Sebuah studi 2008 yang diterbitkan di Annals of the New York Academy of Sciences melaporkan bahwa amenore akibat olahraga dapat menjadi indikator adanya pengurasan energi, dan kehadiran komponen lain dari atlet triad wanita seperti hilangnya kepadatan tulang dan gangguan makan juga harus diperhitungkan. Studi ini menekankan bahwa mengatasi masalah tulang yang berhubungan dengan kekurangan gizi dan hormon pada populasi ini sangat penting. Seiring dengan stres fisik yang berlebih, beberapa faktor lain juga berkontribusi pada berhentinya menstruasi atlet. Faktor-faktor tersebut meliputi lemak tubuh rendah dan pengeluaran energi tinggi.

Konsultasikan dengan doktermu untuk menentukan apakah haid yang tidak datang atau tidak teratur adalah hasil dari latihanmu yang berlebihan. Kamu mungkin perlu untuk bekerja sama dengan seorang ahli untuk membantumu merencanakan latihan rutin yang sehat.

Lemak tubuh yang rendah

Ketika indeks massa tubuhmu (BMI) turun di bawah 18 atau 19, maka kamu memiliki lemak tubuh yang sedikit. Lemak tubuh yang rendah dapat mengganggu banyak fungsi hormonal dalam tubuhmu, yang berpotensi menghentikan ovulasi dan mempengaruhi siklus menstruasi.

Lemak tubuh penting untuk menciptakan hormon estrogen, yang ketika rendah dapat berkontribusi pada menstruasi yang tidak teratur dan tulang keropos. Bahkan, mereka yang memiliki lemak tubuh yang rendah berada pada risiko lebih tinggi menderita kondisi serius seperti anoreksia dan bulimia. Orang yang menderita anoreksia dan bulimia sering mengalami periode terhenti atau tidak teratur.

Selalu ingat bahwa kamu juga memerlukan sejumlah lemak tubuh untuk ovulasi, sehingga kalori rendah yang ekstrem dan diet rendah lemak adalah tidak bagus untuk wanita. Para ahli percaya bahwa penting untuk mempertahankan persentase lemak tubuh dari 17 menjadi 22 persen untuk mempertahankan fungsi normal haid. Bahkan, sebelum memulai diet penurunan berat badan atau memulai rejimen pelatihan yang baru, maka selalu berkonsultasilah dulu dengan doktermu.

Polycystic ovarian syndrome (PCOS)

Polycystic ovarian syndrome (PCOS) adalah ketidakseimbangan hormon pada wanita yang mempengaruhi ovulasi, yang dapat menyebabkan menstruasi yang tidak teratur. Tanda-tanda lain dari PCOS meliputi jerawat, pertumbuhan rambut berlebihan dan naiknya berat badan. Bila menderita PCOS, bisa jadi ada tingkat hormon seks yang tinggi dan berkelanjutan – termasuk estrogen, progesteron dan testosteron – dibandingkan dengan tingkat fluktuasi yang terlihat pada siklus menstruasi normal.

Sebuah studi 2014 yang diterbitkan dalam Human Reproduction melaporkan bahwa tingkat androgen yang melonjak pada masa remaja berhubungan dengan PCOS dan infertilitas di kemudian hari. Bahkan, penelitian ini menekankan pentingnya identifikasi awal ketidakteraturan menstruasi. Selain menyebabkan menstruasi yang tidak teratur dan kemandulan, PCOS dapat meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung.

Gangguan thyroid

Setiap jenis dari malfungsi kelenjar tiroid, apakah itu sebuah tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme) atau tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme), dapat menyebabkan ketidakteraturan menstruasi. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon yang menjaga metabolisme dan mempengaruhi banyak hormon seks dalam tubuh. Perubahan estrogen dan hormon kortisol dapat menghentikan ovulasi, yang pada gilirannya mempengaruhi siklus menstruasi.

Sebuah studi tahun 1999 yang dilakukan di Meksiko dan diterbitkan di Ginecología y obstetricia de México menunjukkan bahwa hipertiroidisme primer adalah salah satu penyebab utama di balik periode haid yang terhenti. Sebuah studi 2016 terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Obstetri dan Ginekologi dari India melaporkan bahwa disfungsi tiroid merupakan etiologi penyebab penting dari gangguan menstruasi. Studi ini menekankan pada penilaian fungsi tiroid pada wanita dengan gangguan menstruasi untuk menghindari intervensi yang tidak perlu seperti kuretase dan histerektomi.

Pola makan yang buruk

Sebuah diet yang tepat adalah penting untuk kesehatanmu dan dapat memainkan peran penting dalam mempertahankan siklus menstruasi yang sehat. Diet buruk yang miskin nutrisi, antioksidan dan makanan probiotik dapat mempengaruhi kelenjar adrenal dan tiroid, yang pada gilirannya dapat menyebabkan perubahan hormonal yang signifikan dalam tubuh dan menstruasi yang berhenti atau tidak teratur.

Juga, makan lebih dari asupan diet serat yang dianjurkan dapat menurunkan kadar estrogen dan menyebabkan masalah menstruasi. Selain dari pola makan yang buruk, rakus makan juga buruk bagi kesehatan wanita.

Sebuah studi 2014 yang diterbitkan dalam Journal of Psychosomatic Research melaporkan bahwa perempuan yang melaporkan seumur hidup doyan makan lebih mungkin untuk melaporkan baik amenore atau oligomenore dibandingkan perempuan yang melaporkan tidak suka doyan makan. Hal ini bisa disebabkan oleh faktor metabolik dan endokrin. BMI tinggi antara 25 sampai 30 juga dikaitkan dengan siklus menstruasi yang jarang terjadi. Jika kamu mengalami masalah menstruasi, pastikan untuk makan jumlah makanan yang tepat dan berasal dari jenis yang tepat. Makanlah makanan antioksidan tinggi yang padat nutrisi.

Kerja paruh waktu (shift malam)

Jika kamu merupakan seorang pekerja paruh waktu, maka peluangmu tinggi untuk mengalami masalah menstruasi. Semakin jadwal kerjamu berfluktuasi, maka semakin mungkin kamu mengalami masalah semacam itu. Kerja shift bisa mengganggu ritme sirkadian tubuh, yang mrngontrol banyak jenis fungsi biologis, termasuk siklus menstruasi.

Dalam sebuah studi 2011 yang diterbitkan di Epidemiology, peneliti menganalisis lebih dari 71.000 perawat AS dan menemukan bahwa mereka yang bekerja shift yang dirotasi, lebih mungkin dibandingkan perawat lain untuk memiliki periode menstruasi yang tidak teratur. Studi lain yang dipublikasikan dalam BMC Women’s Health pada tahun 2016 melaporkan bahwa kerja shift berputar dapat meningkatkan prevalensi siklus menstruasi tidak teratur. Wanita yang bekerja shift malam juga dapat merasa lebih sulit untuk hamil.