Penyebab Kaki Mengalami Kram Di Malam Hari

by Ummi on June 26, 2016

Kaki kram sungguh sangat menyakitkan dan bisa menjadi mimpi yang benar-beanr buruk, terutama jika itu sampai membangunkanmu di tengah malam. Kram kaki Nocturnal terjadi secara tiba-tiba, berupa kontraksi paksa dari otot betis pada malam atau waktu istirahat.

Selain dari betis, kontraksi juga bisa terjadi di telapak kaki atau otot-otot lain dalam tubuh. Di lokasi kram, kamu mungkin akan merasakan adanya benjolan keras jaringan otot. Durasi kram ini bisa bervariasi lamanya, mulai dari beberapa detik hingga beberapa menit. Meskipun rasa sakitnya mungkin sudah pergi, namun nyeri otot dapat tetap terasa untuk beberapa waktu.

Siapapun bisa mengalami jenis kram ini, tetapi itu lebih sering terjadi pada orang-orang yang berusia separuh baya atau lebih tua. Mereka juga dapat terjadi cukup sering di kalangan remaja dan orang-orang yang berolahraga di malam hari. Penyebab yang tepat dari kram kaki di malam hari tidaklah jelas. Namun, ada banyak faktor yang berkontribusi yang dapat menyebabkan masalah yang menyakitkan ini. Berikut adalah beberapa penyebab kram kaki di malam hari :

Dehidrasi

Hidrasi yang mencukupi berkontribusi besar pada tubuh dan pikiran yang lebih sehat. Hal itu juga berdampak pada kinerja dari otot-ototmu. Jaringan otot terdiri dari 75 persen air dan air membantu mereka untuk berkontraksi dan rileks dengan mudah. Jadi, dengan tidak mempertahankan tingkat yang tepat dari hidrasi di siang hari mungkin menjadi salah satu penyebab besar kram kaki di malam hari.

Air juga penting untuk sirkulasi yang tepat dari nutrisi dalam tubuh. Tanpa air, otot-otot akan kehilangan nutrisi penting, yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit (terutama natrium, kalium, kalsium dan magnesium). Pada kenyataannya, bahkan sejumlah kecil dehidrasi sekalipun dapat menghambat kinerja atletik dan meningkatkan kemungkinan kram di malam hari.

Kekurangan gizi

Setiap ketidakseimbangan mineral elektrolit, seperti sodium, potassium, kalsium dan magnesium dalam tubuh, bisa berkontribusi pada kram kaki nocturnal atau kram yang berkaitan dengan olahraga. Mineral-mineral ini bertanggungjawab baik atas impuls saraf ataupun kontraksi otot, dan menjaga otot-ototmu supaya bekerja dengan lancar.

Sodium, yang merupakan salah satu ion mineral bermuatan positif utama atau elektrolit dalam cairan tubuh, berfungsi membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh normal dan sangat penting untuk generasi impuls saraf dan kontraksi otot. Kalium adalah elektrolit penting yang ditemukan di semua sel tubuh, termasuk otot dan sel saraf. Ia bekerja bersama dengan natrium dan klorida untuk menghasilkan impuls listrik di saraf dan otot. Kalsium, terlibat dalam kontraksi otot serta generasi impuls saraf. Magnesium, membantu dalam menstabilkan adenosin trifosfat (ATP), sumber energi untuk kontraksi otot, dan juga berfungsi sebagai elektrolit dalam cairan tubuh.

Kekurangan dari setiap mineral yang sudah disebutkan di atas dapat menyebabkan kram dan masalah yang berhubungan dengan otot lainnya. Selain itu, jenis vitamin B tertentu juga berdampak pada otot, terutama vitamin B12.

Terlalu capek atau berdiri terlalu lama

Berdiri pada permukaan yang keras untuk waktu yang lama serta berdiri saat mengenakan sepatu hak tinggi atau sepatu yang ukurannya tidak pas dapat berkontribusi untuk kelemahan otot atau kelelahan. Hal ini pada gilirannya dapat menyebabkan kram kaki di malam hari.

Sebuah studi 2012 yang diterbitkan dalam Ergonomi menunjukkan bahwa berdiri terlalu lama di tempat kerja mungkin merupakan faktor risiko penting untuk varises dan kram kaki nocturnal di kalangan para laki-laki dan perempuan. Studi ini bahkan menunjukkan bahwa intervensi untuk menghentikan atau mengurangi lama waktu berdiri di tempat kerja harus dilaksanakan untuk mencegah masalah ini. Juga, duduk dalam posisi tidak benar atau menempatkan kaki dalam posisi canggung dan tidak nyaman ketika tidur dapat berkontribusi untuk kram kaki nocturnal.

Kehamilan

Wanita hamil seringkali mengalami kram kaki di malam hari, biasanya dimulai pada trimester kedua dan berlangsung hingga sepanjang trimester ketiga. Kram ini mungkin bervariasi dalam hal intensitasnya, mulai dari yang ringan sampai kram yang sangat menyakitkan. Kram kaki selama kehamilan mungkin dikarenakan oleh meningkatnya tekanan dari rahim pada saraf tertentu, kelelahan, atau sirkulasi darah yang berkurang di kaki akibat tekanan janin pada pembuluh darah. Selama masa kehamilan, jika kamu sering menderita kram kaki baik di siang hari atau di malam hari, maka penting untuk membahas masalah ini dengan doktermu.

Hypothyroidis

Sebuah tingkat hormon tiroid yang rendah secara tidak langsung dapat berkontribusi pada kelemahan otot serta kram betis di malam hari. Hormon tiroid dapat mempengaruhi penyerapan kalsium dan pemanfaatannya. Kekurangan kalsium berhubungan dengan kelemahan otot, mati rasa, nyeri dan kram.

Disamping itu, hormon tiroid yang rendah menyebabkan metabolisme yang rendah pula. Metabolisme yang tinggi penting untuk energi serta bagaimana ototmu bisa merasakan setelah melakukan latihan rutin. Tingkat hormon tiroid yang rendah juga sering meningkatkan peradangan yang mungkin berkontribusi terhadap kram otot dan nyeri.