Penyebab Tekanan Darah Tinggi Saat Hamil

by Ummi on November 8, 2016

Tekanan darah tinggi dan kehamilan tidaklah selalu menjadi kombinasi yang berbahaya. Tetapi memiliki hipertensi selama kehamilan membutuhkan perawatan khusus, terlepas dari apakah kamu di diagnosis dengan masalah ini sebelum atau setelah pembuahan.

Tekanan darah tinggi, dalam dunia medis dikenal sebagai hipertensi, yang berarti kekuatan darah yang mendorong terhadap dinding arteri terlalu tinggi. Hasil tes tekanan darah yang mencapai 140/90 mm Hg dianggap terlalu tinggi.

Meski hipertensi bisa menyerang siapa saja, wanita hamil berada pada risiko yang lebih tinggi. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, sejumlah besar ibu hamil di Amerika Serikat menderita hipertensi. Bahkan, menurut American Pregnancy Association, tekanan darah tinggi mempengaruhi sekitar 6 sampai 8 persen wanita hamil.

Selama kehamilan, wanita bisa menderita berbagai jenis tekanan darah tinggi, seperti:
• Hipertensi gestasional yang berkembang setelah 20 minggu kehamilan
• Hipertensi kronis yang hadir sebelum kehamilan atau yang terjadi sebelum 20 minggu kehamilan
• Hipertensi kronis dengan preeklamsia yang terjadi pada wanita dengan tekanan darah tinggi kronis sebelum kehamilan
• Preeklampsia, jenis komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan tanda-tanda kerusakan sistem organ lain sepertiginjal dan otak.

Penyebab tekanan darah tinggi saat hamil

Ada beberapa kemungkinan penyebab terjadinya tekanan darah tinggi selama kehamilan, menurut National Heart, Lung, and Blood Institute. Diantaranya adalah :

  • kelebihan berat badan atau obesitas
  • gaya hidup tidak aktif
  • merokok
  • minum alkohol
  • kehamilan yang pertama kali
  • hamil lebih dari satu anak
  • hamil di usia 40 atau lebih tua
  • memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ginjal, preeklamsia atau hipertensi kronis.

Menggunakan teknologi bantu, seperti fertilisasi in vitro, selama proses pembuahan juga bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi pada wanita hamil, menurut American Society for Reproductive Medicine.

Bagaimana caranya mengetahui jika calon ibu memiliki tekanan darah tinggi?

Selama hamil, dokter kandungan atau bidan seharusnya memonitor tekanan darah sang calon ibu selama pemeriksaan rutin kehamilan. Tekanan darah yang lebih tinggi dari 140/90 mm Hg akan mengindikasikan bahwa ada masalah dengan tekanan darahnya.

Preeklamsia akan lebih sulit untuk didiagnosa daripada hipertensi biasa. Dokter akan memeriksa pula tanda-tanda adanya protein dalam urine selain tingginya tekanan darah jika pasien diduga menderita preeklamsia. Dokter juga mungkiin akan melakukan ‘tes nonstress’ untuk memastikan bahwa bayinya bergerak dan memiliki detak jantung yang normal. Pemeriksaan USG juga akan dilakukan untuk memeriksa tingkat cairan ketuban dan kesehatan perkembangan janin.