Perbedaan Asam Lemak Omega-3, Omega-6, dan Omega-9

by Ummi on September 30, 2016

Asam lemak Omega, merupakan salah satu nutrisi penting yang sangat bagus bagi kesehatan tubuh. Ada banyak sekali jenis asam lemak Omega, namun yang paling populer adalah asam lemak Omega-3, -6, dan -9. Meski sama-sama merupakan asam lemak omega, namun ketiganya memiliki manfaat kesehatan yang berbeda-beda. Nah, agar kamu bisa lebih tahu tentang jenis-jenis asam lemak omega, berikut adalah jenis-jenis asam lemak omega beserta manfaatnya masing-masing :

 Pengertian asam lemak Omega

Untuk mengetahui apa itu asam lemak mari kita belajar sedikit tentang ilmu kimia : Lemak layaknya seperti dinding bata, dan mereka semua terdiri dari asam lemak. Asam lemak adalah seperti batu bata yang digunakan untuk membangun dinding. Semua asam lemak memiliki sejumlah besar atom karbon yang melekat satu sama lain dalam rantai. Beberapa diantaranya memiliki ikatan tunggal antara sesama atom karbon (ini adalah lemak jenuh, seperti mentega). Mereka yang memiliki ikatan ganda dianggap sebagai lemak tak jenuh. Omega-3, -6, dan -9 semuanya merupakan jenis lemak alami tak jenuh, yang sebagian besar para ahli menganggap untuk menjadi jauh lebih sehat daripada yang jenuh (kecuali mereka telah berubah menjadi lemak trans).

OK, mari kita kembali ke struktur kimia lagi. Awal dari rantai karbon disebut dengan ujung “alpha” dan yang berlawanan (akhir) disebut ujung “omega”. Omega-3 memiliki “3” di nama mereka karena ikatan ganda pertama dari molekul terletak tiga atom karbon jaraknya dari ujung omega. (dan kamu sekarang dapat mungkin menebak bagaimana omega-6 dan omega-9 mendapatkan nama mereka.)

Asam lemak omega-3

Tubuhmu tidak bisa memproduksi asam lemak omega-3 sendiri, sehingga kamu harus memakan makanan sumber omega-3 atau meminum suplemen omega-3, atau kamu akan mengalami kekurangan (defisiensi) asam lemak omega-3. Ada tiga jenis asam omega-3 yang mendasar, yakni Alpha linolenic acid (ALA), EPA, dan DHA. ALA bisa ditemukan dalam beberapa tumbuhan seperti biji chia, kenari, flaxseed, dan telur.

EPA dan DHA dtemukan dalam ikan berlemak seperti salmon, mackerel, dan herring. DHA sangat berperan penting dalam kesehatan otak. EPA merupakan anti inflamasi, dan berfungsi untuk mengurangi resiko beberapa kondisi kesehatan seperti penyakit jantung, kanker, dan rematik.

Intinya : Kamu membutuhkan omega-3, mereka baik untuk kesehatanmu, dan banyak dari kamu mungkin tidak mendapatkan jumlah yang cukup. The American Heart Association merekomendasikan makan dua porsi ikan berlemak seminggu. “Sekitar seperempat dari lemak yang kamu makan idealnya harus dari makanan yang kaya omega-3,”

Asam lemak omega-6

Seperti halnya omega-3, tubuh kita tidak dapat menghasilkan asam omega ini, sehingga perlu untuk mengkonsumsi mereka. Tapi ada kesempatan yang cukup bagus bahwa kamu sudah cukup mendapatkannya-dan bahkan mungkin berlebihan.

Omega-6 terutama ditemukan dalam minyak sayur seperti minyak jagung, minyak safflower, minyak wijen, minyak kacang, dan kedelai. Meskipun omega-6 memang memainkan peran penting dalam tubuh, namun jika kamu memiliki terlalu banyak dari omega-6 daripada dari omega-3, maka kamu bisa berakhir menyebabkan peradangan. “Kebanyakan orang justru mendapatkan 15 sampai 25 kali lipat lebih banyak omega-6 dibandingkan omega-3,”

Intinya : asam lemak omega-6 lebih sehat daripada lemak jenuh, dan kamu membutuhkan beberapa diantaranya. Namun mendapatkan terlalu banyak omega-6 bisa jadi berbahaya, jadi, usahakan untuk membatasinya. Atau hanya fokuslah pada peningkatan asupan omega-3, dan kamu mestinya secara otomatis mulai menglihkan keseimbangan dalam cara yang baik.

Asam lemak omega-9

Tidak seperti asam lemak omega-3 dan omega-6, omega-9 tidak dianggap sebagai asam lemak esensial. Tubuhmu bisa memproduksi sendiri asam lemak ini, jadi meski asupanmu nol, kamu tidak akan berakhir mengalami defisiensi. Kamu akan menemukan omega-9 dalam minyak canola, minyak biji bunga matahari, almond, alpukat, dan minyak zaitun.

“Omega-9 tidak diperlukan, tetapi mereka memiliki manfaat kesehatan mereka tersendiri,”. Misalnya, memakan mereka sebagai pengganti dari lemak jenuh dapat membantu menurunkan kolesterolmu. Dan penelitian yang muncul menemukan bahwa makanan tertentu ¬†yang kaya omega-9, seperti alpukat, mungkin memainkan peran dalam mengurangi risiko diabetes dan penyakit jantung.

Intinya : Omega-9 baik untuk dimiliki, karena mereka adalah sumber energi yang baik dan dapat memberikan beberapa fasilitas kesehatan. Hanya jangan mengkonsumsinya terlalu gila. Mereka tidak penting, dan seperti halnya semua lemak, kalori dari mereka dapat dengan cepat bertambah.