≡ Menu
werno-werno.com

Prosedur Meracik dan Meramu Herbal

Back to nature atau kembali ke alam merupakan pilihan yang banyak diminati masyarakat saat ini, terutama dalam masalah kesehatan. Penggunaan tanaman berkhasiat obat atau yang lebih dikenal dengan tanaman herbal sebenarnya sudah lama dikenal sejak zaman dulu.

Hanya saja perkembangan ilmu kedokteran modern membuatnya hanya sebagai alternatif pilihan saja. Padahal sudah banyak bukti keampuhan dan khasiat herbal. Disamping lebih ekonomis, tanaman herbal juga mempunyai efek samping yang sangat kecil dan bahannya mudah didapat.

Prosedur Meracik dan Meramu Herbal

Dalam buku “Ramuan Lengkap Herbal Taklukkan Penyakit” Prof. H. M. Hembing Wijayakusuma menuturkan hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengkonsumsi herbal, sebagai berikut;

  • Bersihkan bahan

Cuci bahan-bahan tanaman obat (herbal) dengan air mengalir sampai bersih.

  • Segera racik

Segera gunakan herbal segar yang sudah bersih untuk pengobatan. Jika bahannya besar atau tebal, sebaiknya potong-potong tipis terlebih dulu agar saat perebusan zat-zat yang terkandung didalamnya mudah keluar dan meresap dalam air rebusan. Untuk herbal yang akan disimpan, keringkan lebih dulu setelah dicuci agar tahan lama dan mencegah pembusukan oleh bakteri dan jamur.

  • Seduh bahan bubuk

Seduh langsung bahan yang telah dijadikan bubuk dengan air panas atau mendidih. Untuk bahan yang keras dan sukar diekstrak, sebaiknya hancurkan dan rebus terlebih dulu sekitar 10 menit sebelum memasukkan bahan lain.

  • Gunakan air mineral

Gunakan air tawar bersih dan tidak mengandung zat kimia berbahaya untuk merebus. Pastikan jumlahnya cukup sehingga bahan berkhasiat obat terendam sekitar 3 cm.

  • Rebus dengan benar

Gunakan wadah yang terbuat dari periuk tanah, panci enamel, atau panci beling untuk merebus bahan herbal. Jangan menggunakan wadah dari logam seperti besi, aluminium, dan kuningan. Logam mengandung zat iron trichloride dan potassium ferrycianide yang menimbulkan endapan pada air dalam mengobati penyakit. Selama perebusan, jangan terlalu sering membuka tutup wadah agar kandungan minyak atsirinya tidak mudah hilang.

  • Pengapian yang baik

Gunakan api sesuai dengan herbal yang direbus.
Api kecil : gunakan untuk merebus herbal yang berkhasiat sebagai tonikum seperti ginseng dan jamur ling zhi agar kandunngan aktifnya terserap kedalam air rebusan.

Api besar : gunakan untuk merebus herbal atau simplisia (bahan kering) yang berkhasiat diaforetik (mengeluarkan keringat) dan mengandung banyak minyak atsiri seperti daun mint, cengkeh dan kayu manis. Setelah air mendidih,, masukkan bahan dan rebus sebentar.

  • Patuhi ketentuan

Jika tidak ada ketentuan lain, perebusan dianggap selesai saat air rebusan tersisa setengah dari jumlah air semula. Misalnya 800cc menjadi 400cc. jika bahan yang direbus berupa bahan keras seperti biji atau batang, maka sisakan sepertiga air rebusannya.

  • Gunakan sesuai dosis

Pastikan dosis tanaman obat sesuai dengan anjuran. Umumnya, 1 resep tumbuhan obat dibagi untuk 2 kali minum sehari. Sisa ampas rebusan pertama bisa direbus sekali lagi untuk 1 kali minum pada sore atau malam hari.

  • Lakukan pengobatan secara teratur

Yang perlu diingat, pengobatan secara herbal membutuhkan kesabaran karena tidak langsung terasa manfaatnya, tetapi bersifat konstruktif (memperbaiki/membangun). Efek obat kimiawi memang terasa cepat, tetapi bersifat destruktif..

1 comment… add one

Leave a Comment