≡ Menu
werno-werno.com

Sakit Yang Sering Dialami Bayi & Solusi Untuk Mengatasinya

Membesarkan anak memang penuh dengan kejutan dan merupakan salah satu pekerjaan yang paling sulit di dunia. Meski menjadi orang tua sangat indah dan mengerikan pada saat bersamaan, semua orang tua perlu dipersiapkan untuk menangani beberapa masalah kesehatan umum yang sering dialami bayi.

sakit umum pada bayi

Karena setiap anak unik dan sistem kekebalan tubuh mereka berkembang secara individual, jenis dan tingkat keparahan masalah kesehatan dapat bervariasi dari satu anak ke anak lainnya. Merawat anak yang sakit itu sulit, karena anak menjadi rewel dan membutuhkan penghiburan saat mereka sakit. Selain itu, ini bisa menjadi tantangan emosional bagi orang tua, karena tidak ada ibu atau ayah yang ingin melihat bayi mereka sakit dan mengalami ketidaknyamanan atau rasa sakit. Berikut adalah beberapa masalah kesehatan yang sering dialami bayi dan solusi tepat untuk mengatasinya :

Kolik

Jika bayi baru lahir tiba-tiba menangis keras, yang berlangsung selama beberapa jam dan terjadi setidaknya 3 atau 4 kali seminggu, kemungkinan bayi Anda menderita sakit kolik. Ini adalah masalah kesehatan yang sangat umum pada bayi yang baru lahir, dan mereka yang memilikinya sering disebut kolik. Biasanya dimulai pada minggu kedua kelahiran dan berlangsung sampai sekitar 3 bulan. Sekitar 20 sampai 25 persen bayi menderita kolik, menurut American Pregnancy Association.

Penyebab pasti dari kolik masih belum diketahui, namun banyak pakar kesehatan percaya hal itu bisa terjadi karena adanya udara terperangkap di rongga perut yang menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan.

  • Untuk menenangkan bayi yang mengalami kolik, mandi air hangat akan membantu mengalihkan perhatian bayi dan membuat mereka mengantuk. Selain itu, kompres hangat yang digunakan pada perut bayi akan memberikan kelegaan dari gas dan memiliki efek menenangkan.
  • Untuk mencegah kolik, buat bayimu bersendawa setelah menyusu sesering mungkin dengan cara menepuk nepuk lembut punggunya dan gendong bayi dalam kondisi tegak sesering mungkin. Selain itu, ibu menyusui harus tetap memperhatikan diet mereka.

Gumoh

Masalah umum lainnya pada bayi adalah gumoh. Saat bayi mengalami gumoh, isi perut kembali naik ke kerongkongan, menyebabkan bayi mengeluarkan cairan yang kebanyakan terbuat dari air liur dan asam lambung. Sekitar setengah dari semua bayi muntah berkali-kali sehari dalam 3 bulan pertama kehidupan mereka, menurut Institut Nasional Diabetes dan Pencernaan dan Penyakit Ginjal A.S. Masalahnya sembuh saat bayi sudah berusia 12 sampai 14 bulan.

Beberapa faktor yang dapat menempatkan bayi Anda pada risiko yang lebih tinggi untuk mengalami gumoh termasuk kelahiran prematur, tengkurap di sebagian besar waktunya dan hanya mengkonsumsi makanan cair.

  • Untuk mencegah bayi gumoh, tinggikan kepala tempat tidur bayi, atau kasur dengan bantuan beberapa handuk. Juga, cobalah untuk membuat bayi tidur telentang atau miring di sisi kiri.
  • Saat menyusui, mintalah bayi duduk tegak di pangkuan Anda dan hindari segera meletakkan bayi setelah menyusui.
  • Pijat perut bayi secara teratur juga merupakan cara yang baik untuk memperbaiki fungsi sistem pencernaan pada bayi. Pijat lembut perut bayi dengan menggunakan sedikit minyak searah jarum jam selama 3 sampai 4 menit, dua kali sehari. Namun, jangan pernah memijat bayi segera setelah diberi makan.

Tumbuh gigi

Rasa sakit akibat tumbuh gigi bisa mengubah bayi yang paling rileks sekalipun menjadi bayi yang rewel. Bayi mengalami masalah tumbuh gigi segera setelah gigi pertama mereka mulai muncul melalui gusi. Tumbuh gigi biasanya dimulai antara usia 6 dan 8 bulan, dan dibutuhkan waktu hingga 2 tahun agar semua gigi bisa keluar.

Selain rasa sakit, bayi mungkin memiliki gejala lain seperti meneteskan air liur, rewel, kecenderungan menggigit benda, susah tidur, demam rendah, nafsu makan berkurang dan menarik telinga atau menggosok dagu atau pipi mereka.

  • Untuk menenangkan rasa tidak nyaman pada bayi yang tumbuh gigi, pilihan terbaik adalah menawari bayi sepotong wortel dingin, timun atau seledri. Suhu dingin akan membantu menenangkan rasa sakit di gusi dan jusnya akan membuat bayi kenyang.
  • Pilihan lain adalah memijat lembut gusi yang sakit untuk mengurangi rasa sakit dan menenangkan bayi yang rewel.

Ruam popok

Ruam popok adalah masalah umum lainnya yang harus dihadapi orang tua. Ruam popok ditandai dengan kulit yang meradang dan ruam di paha bagian atas, bokong dan area genital. Penyebab utamanya adalah paparan berkepanjangan pada popok yang kotor, yang bisa basah oleh air kencing atau kotor oleh tinja. Jenis ruam ini bisa menyebabkan banyak ketidaknyamanan dan jika tidak diobati secara tepat waktu, bisa menyebabkan infeksi jamur atau bakteri.

  • Untuk mengurangi rasa sakit dan radang akibat ruam popok, minyak kelapa sangat efektif. Perlahan oleskan beberapa minyak kelapa ke daerah popok beberapa kali sehari. Ini akan membantu menjaga area tetap lembab dan mencegah mikroba menyebabkan infeksi.
  • Obat rumah yang baik lainnya adalah cuka. Tambahkan 1 sendok teh cuka putih ke 1 gelas air. Gunakan solusi ini untuk membersihkan bagian bawah bayi saat mengganti popok.
  • Jika Anda menggunakan popok yang dapat digunakan kembali atau siap pakai, pastikan untuk membersihkannya dengan baik dan bilas dengan larutan yang dibuat dari ½ cangkir cuka ditambahkan ke setengah ember air.

*Lanjutannya, klik page 2 yang ada di bawah

0 comments… add one

Leave a Comment