Sebab dan Akibat Kegagalan Pendidikan Formal

by Bayu Adi Tama S.Pd on October 28, 2015

Pembelajaran adalah Kegiatan transfer Ilmu atau  Peda Goging  Guru kepada Murid. Hal ini tidak lepas dengan aspek psikis  sebagai kunci keberhasilan kegiatan yang dilaksanakan dalam ruang lingkup pendidikan formal antara Guru kepada Murid.  Banyak kegagalan di karenakan salah satunya Aspek Psikis hanya saja tidak terlihat kasat mata.

Sebab dan Akibat Kegagalan Pendidikan Formal

Di satu sisi Guru sebagai pelaku pentransfer ilmu, di sisi lain murid sebagai penerima. Kedua pelaku berhadapan langsung akan tetapi tidak tau apakah materi yang dibahas terserap Murid.  Atau malah Guru kurang maksimal dalam penyampaiannya.  Selain sebagai Evaluator dan Pembimbing, seorang Guru juga butuh persiapan dan ketenangaan agar  tidak hanya sepenuhnya terbebani Administrasi pembelajaran. Sudah sepatutnya PEMERINTAH mensejahterakan  GTT bukan hanya  PNS saja yang di berikan tunjangan lebih.  Guru memang Pahlawan Tanpa Tanda Jasa tetapi perlu di garis bawahi kegagalan tak lepas dari sebab dan akibat.

Semua memang bertahap dan butuh waktu akan tetapi dalam menyikapi fenomena ini seharusnya PEMERINTAH punya langkah tegas.!!!  untuk menyelamatkan generasi bangsa, juga kesadaran betapa pentingnya Tenaga Pendidik  tidak harus bersetatus Anggota Sipil melainkan jasanya yang sama mencetak Generasi bangsa. Sehingga akan tercipta kesetabilan Pendidikan dimana tenaga Pendidik dengan leluasa memiliki harapan dan semangat baru di ruang lingkup Sekolah tanpa unsur perbedaan Kususnya GTT yang selama pengapdiannya terkatung-katung dengan kinerja dan upah yang tak sebanding menjadikan mereka  merasa tidak di perhatikan.

Kriminalitas Pendidikan adalah salah satu gambaran. Oleh karena itu seharusnya ada perubahan besar-besaran untuk meningkatkan Mutu Pendidikan, bukan Kurikulum Yang di rubah  tetapi  meningkatkan kualitas Guru dan juga mensejahterakannya. Dari situ lah.! keberhasilan akan terlihat  meski pun dalam jangka panjang. Mengingat pendidikan juga bertahap dari jenjang awal sampai Akhir juga tenaga Pendidik memasuki Purna tugas dan  Tenaga honorer ikut berperan.  Sains/ Ilmu yang di miliki sangat lah di andalkan sepenuhnya. Hanya saja masih banyak yang kurang beruntung.

Oleh karena itu perlu adanya Kerja sama PGRI  dan PEMERINTAH untuk menyelamatkan  dunia pendidikan, mengingat Guru sebagai segala Peran Sentral kemajuan Pendidikan dan Murid sebagai generasi bangsa dari merekalah kita mengharapkan masa depan Bangsa. Jadi tidak sepenuhnya kegagalan Pendidikan formal dari lingkungan sekolah atau pun luar sekolah.!  akan tetapi di samping kemajuan teknologi modern yang di salah pergunakan juga tidak di imbanginya kesejahteraan dunia pendidikan. itu semua sudah bagian  Tugas dan PR pemerintahan  Republik Indonesia. [Ditulis oleh Bayu Adi Tama S.Pd, yang menjadi tenaga pendidik di berbagai Sekolah Dasar di Magelang Jawa Tengah]