Tanam Benang, Solusi Diet Menurunkan Berat Badan

by Ummi on April 30, 2014

Terapi tanam benang yang kini mulai populer di kalangan masyarakat, ternyata tidak hanya bermanfaat bagi kecantikan saja. Teknik terapi yang berasal dari Cina dan baru diterapkan di Indonesia sekitar dua tahun lalu itu, biasanya digunakan untuk mempercantik tampilan wajah. Mulai dari memancungkan hidung, meniruskan pipi, sampai meruncingkan dagu. Selain tanam benang berguna untuk kecantikan, terapi ini juga sangat bermanfaat bagi mereka yang sedang menjalani program diet penurunan berat badan.

Terapi tanam benang sangatlah efektif untuk diet, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Sebab dengan terapi ini, bisa mengurangi nafsu makan seseorang yang secara otomatis kalori yang terserap tubuh pun akan berkurang.

Keunggulan tanam benang

Dengan dimasukkannya benang pada lambung dan usus yang dilakukan oleh seorang ahli, maka seseorang akan lebih tahan lapar dari biasanya, dan makan pun akan jadi berkurang. Namun, factor lain yang tak kalah penting bagi orang yang sedang menjalani terapi ini adalah menanamkan niat dan motivasi yang kuat untuk menurunkan berat badan.

Jadi, selain terapi tanam benang, juga harus diimbangi dengan perubahan perilaku dan gaya hidup sehari-hari seperti rajin berolahraga dan mengurangi makanan yang terlalu berkalori dan berlemak. Dengan berolahraga, pembakaran lemak dalam tubuh akan menyeluruh hingga bagian dalam, tidak di bagian luar saja karena jantung dan paru-paru juga terpompa lebih cepat sehingga lemak-lemak yang bersarang dalam tubuh juga akan terbakar.

Teknik tanam benang

Terapi ini dilakukan dengan cara memasukkan benang melalui alat-alat steril, mulai dari jarumnya, hingga benang yang berukuran hanya 1 cm pada titik-titik tertentu yang seluruhnya terdapat lima titik penting, diantaranya lambung dan usus.

Dalam prakteknya, sebelum tanam benang dilakukan, biasanya terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kondisi tubuh. Lalu, dioleskan obat khusus untuk menghilangkan rasa sakit. Setelah itu, benang dimasukkan ke titik-titik tertentu tadi dengan menggunakan alat yang steril, kemudian dibiarkan selama tiga minggu. Selang tiga minggu, benang tadi tidak perlu diambil lagi karena sudah terserap ke dalam tubuh.

Yang terpenting dalam tanam benang

Selama tiga minggu menunggu proses tanam benang tadi, pasien harus mengontrol dan mengetahui kondisi perkembangannya. Jika masih dirasa belum maksimal, maka proses tanam benang akan diulangi lagi seperti semula. Namun, selama pasien serius dan benar-benar memiliki niat dan motivasi yang tinggi untuk penurunan berat badan, maka waktu tiga minggu tadi sudah cukup dan hasilnya sudah bisa dilihat.

Resiko tanam benang

Salah satu resiko melakukan terapi tanam benang adalah terjadi pendarahan dan infeksi. Akan tetapi semua itu bisa diantisipasi dengan baik melalui pemeriksaan sebelum terapi, dan penggunaan alat-alat yang steril. Jadi, secara umum terapi ini cukup aman dan bisa dilakukan dengan lancar.

Kalau kamu masih ragu denga teknik tanam benang ini, untuk menurunkan berat badan kamu bisa mencoba metode diet dari South Beach atau ZONA DIET yang merupakan dietnya para artis.