Tanda-tanda Awal kerusakan liver

by Ummi on January 25, 2017

Liver atau hati adalah organ kelenjar tubuh terbesar dan memiliki ratusan fungsi yang penting. Tiga fungsi liver yang paling penting adalah untuk memproduksi empedu untuk membantu pencernaan, membersihkan racun berbahaya dari darah dan menyimpan glukosa untuk memenuhi kebutuhan energy tubuh.

Dengan peran penting yang dimainkan hati dalam tubuhmu, maka penting bagimu untuk memperhatikan kesehatan liver. Diet, olahraga dan tidur yang cukup adalah tiga kunci untuk hati yang sehat. Dengan menghindari makanan dan minuman beracun yang berlebihan, seperti alkohol, kopi dan biji-bijian olahan, maka kamu akan melakukan suatu bantuan besar untuk kesehatan hatimu.

Ketika ada yang tidak beres dengan hati, efeknya dapat dilihat pada fungsi dan bagian tubuh yang berbeda. Ada beberapa jenis masalah hati. Yang paling umum adalah sirosis, penyakit kistik, penyakit hati berlemak, batu empedu, dan hepatitis.

Selalu ingat bahwa jika kamu memelihara hatimu, maka itu pasti akan menjaga kesehatanmu. Dengan mewaspadai untuk setiap tanda-tanda awal kerusakan hati, kamu dapat mencari pengobatan lebih awal daripada terlambat dan membantu hatimu melakukan pemulihan secara penuh. Berikut adalah beberapa tanda awal kerusakan hati yang perlu kamu waspadai :

Mual dan muntah

Banyak orang mengabaikan mual dan muntah karena itu biasanya tidak dianggap sebagai masalah kesehatan yang serius. Jika mual dan muntah terjadi secara terpisah atau berbarengan tanpa adanya alasan yang jelas, seperti halnya mabuk perjalanan, kelelahan, migraine, keracunan makanan, awal kehamilan, kecemasan dan depresi, maka itu bisa jadi akibat adanya masalah hati atau ginjal.

Orang yang menderita kerusakan hati seringkali memiliki perasaan mual yang terus menerus. Hal ini muncul akibat hilangnya kemampuan hati untuk memproses dan menghilangkan racun. Perubahan dalam metabolisme dan pencernaan juga bisa menyebabkan mual dan muntah. Perasaan mual dan muntah yang konstan bisa mengancam kesehatanmu dan sebaiknya harus diinvestigasi secara menyeluruh oleh dokter spesialis.

Merasa lelah dan lemah secara umum

Perasaan lelah dan lesu secara konstan juga bisa menjadi tanda awal dari fungsi hati yang tidak beres. Saat hati tidak dalam kondisi yang baik, maka tubuhmu perlu untuk bekerja lebih keras lagi dalam rangka agar bisa bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan.

Plus, kelelahan dan kelemahan juga cenderung memburuk karena adanya peningkatan produk toksik dalam darah, dimana hati yang rusak tidak mampu menghilangkannya dengan benar. Jika perasaan kelemahan dan kelelahan hadir bersamaan dengan gejala lain yang disebutkan dalam artikel ini, maka konsultasikan dengan dokter untuk diagnosisnya.

Hilangnya nafsu makan

Kehilangan nafsu makan juga merupakan salah satu tanda-tanda awal bahwa hatimu tidak bekerja dengan baik. Jika kamu mengalami kehilangan nafsu makan bersama dengan gejala lain yang disebutkan di sini, maka segera buat janji dengan dokter karena itu bisa menjadi tanda penyakit hati kronis, hepatitis atau gagal ginjal.

Orang dengan kerusakan hati mungkin tidak merasa seperti makan apa-apa, karena masalah dengan produksi empedu. Empedu membantu memecah lemak sehingga mereka dapat dicerna. Ketika makanan tidak dicerna dengan baik, hal itu sering menyebabkan hilangnya nafsu makan dan bahkan penurunan berat badan yang parah. Perubahan signifikan dalam nafsu makan juga bisa membuat seseorang lemah dan lelah, yang selanjutnya dapat menghambat pemulihan.

Masalah pencernaan

Hati memainkan peran aktif dalam proses pencernaan melalui produksi empedu. Empedu membantu proses penyerapan nutrisi dari usus kecil dan memainkan peran penting dalam mencerna lemak. Jadi, jika hati mulai mengalami kerusakan, dapat mengakibatkan masalah pencernaan seperti diare dan gangguan pencernaan.

Kelainan pada produksi empedu juga bisa menyebabkan batu empedu, perut kembung, sembelit, sindrom iritasi usus dan intoleransi terhadap makanan berlemak dan alkohol. Ketika kerusakannya bertambah parah, dapat menyebabkan sakit perut parah yang sering mengirimkan orang ke dokter.

Perubahan warna urin

Jika kamu minum cukup cairan dan urinmu memiliki warna yang lebih gelap, itu mungkin merupakan indikasi dari masalah liver. Urine yang berwarna gelap dapat terlihat berwarna oranye, kuning atau coklat.

Perubahan warna urine terjadi karena tingkat peningkatan bilirubin dalam aliran darah. Hal ini terjadi bila hati tidak dapat menghilangkan bilirubin melalui ekskresi melalui ginjal. Urin yang berwarna gelap juga dapat disebabkan oleh dehidrasi, meminum suplemen vitamin B, efek samping antibiotik, kekurangan enzim, infeksi saluran kemih dan ginjal. Jika urinmu terus-menerus berwarna gelap, maka kamu harus mengunjungi dokter untuk diagnosis.

Kulit yang menguning

Salah satu tanda-tanda awal dari kerusakan hati adalah penyakit kuning, di mana menguningnya kulit, mata, lidah dan kuku atau ujung jari terlihat jelas. Penyakit kuning disebabkan oleh penumpukan bilirubin dalam darah dan jaringan tubuh yang biasanya akan disingkirkan hati bersamaan dengan sel darah merah yang lama. Bilirubin adalah pigmen kuning yang terbentuk oleh kerusakan sel darah merah yang mati dalam hati.

Ketika bilirubin terakumulasi dalam aliran darah dan kemudian pada kulitmu, maka itu bisa memunculkan rona kekuningan. Karena berhubung penyakit kuning juga mungkin menunjukkan masalah serius dengan kantong empedu atau pankreas, maka jangan anggap enteng dan ikuti selalu saran doktermu.

*Lanjutannya, klik page 2 yang ada di bawah

Page: 1 2