Tanda-tanda Fisik Kamu Terlalu Banyak Minum Kopi

by Ummi on November 26, 2016

Memang kopi memiliki beberapa manfaat kesehatan seperti meningkatkan kewaspadaan, menghaluskan kulit, atau mengurangi resiko dementia. Namun, terlalu banyak minum kopi juga bisa mengakibatkan beberapa efek samping yang buruk seperti insomnia, menaikkan tekanan darah, dan mengganggu pencernaan. Di sini kami bukan bermaksud untuk menyuruhmu berhenti minum kopi, namun kamu bisa mengurangi konsumsi kopimu agar bisa terkendali. Berikut adalah tanda-tanda fisik bahwa terlalu banyak minum kopi :

tanda terlalu banyak kopi

Kamu menjadi sedikit terlalu bergejolak

Kopi tidak hanya menjadi stimulant system syaraf pusat, namun kafein bisa menghalangi reseptor adenosine sambil menaikkan adrenalin, dopamin, dan glutamat yang merupakan kombinasi yang bisa menyebabkan kita berada pada kegilaan mode fight atau flight. ‚ÄúPengaktifan system saraf simpatik dapat menyebabkan kecemasan, kegelisahan, peningkatan denyut jantung, lekas marah, dan bahkan mungkin ledakan kemarahan,” ujar Michael Yassa, PhD, seorang profesor neurobiologi dan perilaku di University of California.

Solusi jalan keluar : “Beralih ke kopi decaf (kopi yang dikurangi kadar kafeinnya) dapat membantu, karena hanya mengurangi, tetapi tidak sepenuhnya menghilangkan asupan kafein,” kata Yassa, yang memperingatkan terhadap konsumsi kopi bagi orang dengan kondisi jantung.

Kamu merasa super lemas di siang hari

Memilih minum kopi untuk mengambil manfaatnya, dapat membawamu dari kondisi lelah ke kondisi trengginas hanya dalam waktu sekejap. Tapi ketika sentakan kafein mereda, kamu bisa-bisa langsung ambruk. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Neuropsychopharmacology juga menemukan bahwa kafein bisa merusak produktivitas, menyebabkan pekerja keras untuk mengendur. “Banyak orang mengandalkan perbaikan kafein mereka untuk membantu mereka merasa waspada di siang hari tapi itu energi yang benar-benar palsu,” Jenna Braddock, RDN, ahli gizi olahraga di St. Augustine, FL memperingatkan.

Solusi jalan keluar : Pastikan kamu makan untuk mendapatkan energi. “Hanya makanan yang dapat memberikan bahan bakar yang nyata untuk tubuhmu,” tambah Braddock

Kamu sering bolak balik ke kamar mandi

Kopi termasuk diuretik, yang berarti kopi bisa menaikkan frekuensi kencingmu, terutama jika kamu bukan peminum kopi reguler. “Sementara penelitian mengatakan bahwa kopi secara teknis tidak membuat dehidrasi, jika kamu minum kopi dan tidak mendapatkan cukup air, maka kamu tidak benar-benar menghidrasi sistemmu,” kata Corinne Dobbas, MS, RD, seorang ahli diet terdaftar yang berbasis di San Francisco.

Solusi jalan keluar : Makanlah camilan sehat sembari minum espresso. “Makanan akan memperlambat pergerakan cairan melalui perut dan saluran pencernaan sebelum akhirnya menuju kandung kemih,” kata Braddock.

Kamu juga merasa ingin buang air besar segera

Kopi memiliki efek pencahar terhadap sekitar 30% orang (bahan kopi jenis decaf juga!). Para ilmuwan tidak tahu pasti apa yang memicu kita untuk melakukan perjalanan toilet, tapi baik konten asam dalam kopi maupun efek stimulasi pada usus dan kolon keduanya bisa memicu dorongan untuk buang air besar ke toilet.

Solusi jalan keluar : pilih kopi pahit! kopi yang lebih kaya seperti kopi Perancis sangrai dan espresso kurang begitu asam dan mengandung lebih sedikit kafein.

Kamu susah tidur

Sains mengatakan kopi bisa menyabotase tidur, merusak kualitas dan kuantitas tidur, dan membuat kita lebih sulit untuk memejamkan mata-bahkan ketika kita telah meneguk kopi 6 jam sebelum tidur. Kopi juga bisa membajak ritme sirkadian tubuhmu, memberikanmu sensasi kelesuan seperti jet lag pada siang hari, juga. “Tidur sangat penting untuk semua aspek fungsi kognitif, sehingga manfaat yang diharapkan dari kafein harus segera dihilangkan jika menyebabkan kita susah tidur,”

Solusi perbaikan: Hentikan asupan kopi Starbucks mulai dari jam 16:00 untuk menjaga dirimu dari mengacaukan jam tidurmu.

Kamu menderita sakit kepala

Kafein dalam jumlah yang moderat (wajar) dapat membantu meringankan sakit kepala, dengan membantu obat pereda nyeri bekerja lebih baik, menurut Klinik Cleveland. Itu sebabnya kamu akan menemukan kafein sebagai bahan dalam banyak obat sakit kepala over-the-counter. Namun, jika kamu minum terlalu banyak kopi untuk jumlah waktu yang berkelanjutan (mendapatkan kelebihan harian 500 mg kafein, atau setara dengan lima cangkir kopi) maka kamu akan mendapatkan kebalikannya, yakni kamu mengalami sakit kepala. Gejala yang ditemukan peneliti Johns Hopkins, meliputi sakit kepala dan kelelahan.

Solusi perbaikan : Perlahan-lahan, kurangilah asupan kafeinmu dan perhatikan pula semua sumber kafein yang mungkin ada dalam dietmu, termasuk kopi, obat sakit kepala, teh, soda, dan minuman energi.