≡ Menu
werno-werno.com

Terlalu Banyak Minum Suplemen Vitamin, Bisa Tingkatkan Resiko Kanker ?

Suplemen vitamin, yang biasanya dikonsumsi untuk tetap sehat, mungkin bisa saja malah membuatmu sakit. Bagaimana bisa? Analisis baru dari penelitian tentang suplemen vitamin telah menemukan bahwa pil ini tidak bisa mengurangi resikomu terkena kanker, namun justru bisa meningkatkan resikomu saat dikonsumsi terlalu sering, meski dosis pasti yang bisa berefek negatif masih belum diketahui jumlahnya.

efek samping penggunaan suplemen

Dikutip dari situs kesehatan ternama di Amerika, menyatakan bahwa Dr. Tim Byers dari Universitas Colorado Cancer Center telah menerbitkan analisis terbaru. Berbicara kepada Live Science, dia menjelaskan motif dari studi tersebut : “Alasan seluruh lini penelitian ini dimulai, di tempat pertama adalah kami mengobservasi bahwa orang yang makan lebih banyak buah dan sayur, tampaknya memiliki resiko kanker yang lebih rendah.”. Dia dan tim peneliti berusaha mengungkap alasan dibalik efek powerfull, mencari vitamin terutama yang terdapat pada buah dan sayur, yang mungkin bertanggung jawab untuk manfaat kesehatan. Mereka juga mencari beberapa studi yang menganalisa kaitan antara pemakaian suplemen vitamin dan kanker, dan menemukan sebuah pola yang mengejutkan. “Hal paling menakutkan adalah menemukan bahwa dalam beberapa percobaan, kami melihat adanya peningkatan resiko kanker dalam kelompok tersebut.” kata Dr. Byers.

Contohnya saja, Asam Folat yang sering digunakan selama kehamilan dalam rangka menurunkan resiko cacat lahir. Namun berapa harga yang harus ditebus? Sebuah studi di tahun 2006 yang terbit dalamAmerican Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa wanita yang sering mengkonsumsi suplemen asam folat, memiliki 19% peningkatan lebih besar terkena kanker payudara, dibandingkan dengan wanita yang tidak meminum pil tersebut.

Studi terbaru yang diterbitkan dalam penelitian JAMA di tahun 2011 telah meneliti lebih dari 35.000 pria, dan menemukan bahwa pria yang meminum dosis tingi dari suplemen vitamin E yang terkadang digunakan untuk mengurangoi resiko masalah kardiovaskular, memiliki peningkatan 17% resiko kanker setelah 7 hingga 12 tahun kemudian.

Beta karoten, antioksidan yang menyediakan manfaat kesehatan untuk kulit dan penglihatan, juga telah terbukti bisa meningkatkan resiko kanker. Sebuah studi di tahun 1994 diterbitkan di New England Journal Clinical  Medicine menemukan bahwa perokok pria yang memakai suplemen beta karotene memiliki 18% peningkatan terkena kanker setelah 5 hingga 8 tahun kemudian. Dr. Byers mengatakan bahwa peningkatan resiko ini begitu signifikan dalam semua bidang, sehingga kita harus mempertimbangkan penggunaan pil suplemen ini. Baik demi masalah keamanan klinis ataupun kesehatan masyarakat.

0 comments… add one

Leave a Comment