≡ Menu
werno-werno.com

Tips Cepat Menurunkan Berat Badan Pasca Melahirkan

Kehamilan memang membawa kebahagiaan tersendiri bagi kita, karena itu artinya membawa kehidupan baru ke dunia ini. Namun bagi bunda, begitu si jabang bayi lahir, dan rutinitas harian kembali dilakukan, sebagian besar dari mereka kesulitan mencari cara untuk menurunkan berat badan yang mereka alami selama proses kehamilan.

Sebagian besar ibu tidak mampu meraih jumlah berat badan ideal mereka sebelum hamil hingga satu tahun setelah melahirkan. Menurunkan beberapa ekstra kilo ini membutuhkan waktu, karena sebagian besar waktu dikhususkan untuk merawat bayi yang baru lahir. Meskipun kamu tidak bisa mengabaikan tanggung jawabmu sebagai orang tua, itu juga penting untuk merawat tubuhmu.

Ketika mencoba untuk menurunkan berat badan pasca melahirkan, jangan terlalu keras pada diri sendiri. Hanya fokuslah pada gaya hidup sehat. Dengan kesabaran dan dedikasi, kamu dapat dengan mudah menemukan pinggangmu lagi tanpa mengorbankan ikatan khusus antara bunda dan bayi. Berikut adalah beberapa tips cepat menurunkan berat badan pasca melahirkan :

Susui bayimu

Untuk menurunkan berat badan pasca melahirkan, pilihlah untuk menyusui sendiri (memberikan ASI) bayimu. Selain bermanfaat untuk diet, ASI juga bermanfaat bagi bayi. Seiring dengan lemak yang terakumulasi selama kehamilan, banyak ibu mengalami peningkatan resistensi insulin serta lipid dan trigliserida. Laktasi memainkan peran kunci dalam membalikkan perubahan ini, sehingga akan “mereset” metabolismemu pasca kehamilan.

Ini berarti bahwa menyusui membantu membakar kalori ekstra, yang pada gilirannya mengurangi simpanan lemak dan membantu menurunkan ekstra berat badan. Sebuah studi 2008 yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition melaporkan bahwa menyusui dapat membantu menurunkan ekstra pon enam bulan setelah melahirkan pada wanita yang memiliki jumlah berat badan yang wajar selama kehamilan. Studi lain yang dipublikasikan pada tahun 2009 dalam American Journal of Perinatologi memberikan hipotesis bahwa menyusui memainkan peran penting dalam “mereset” metabolisme ibu setelah kehamilan.

Berjalan kaki

Melakukan olahraga berat segera setelah melahirkan tidak dianjurkan bagi ibu baru. Tetapi jika kamu ingin menyertakan latihan dalam rutinitasmu, berjalan kaki adalah pilihan yang tepat. Berjalan kaki tidak hanya akan membantu dengan berat badan pasca-kehamilan, bahkan akan meningkatkan kesehatan jantung, meningkatkan energi dan suasana hati, dan membantu menghilangkan stres serta memerangi baby blues.

Sebuah studi 2008 yang diterbitkan di MCN: The American Journal of Maternal/Child Nursing menemukan bahwa banyak ibu baru mempersepsikan berjalan kaki sebagai bentuk latihan yang baik. Menjadwalkan berjalan kaki setiap hari dan memiliki teman berjalan kaki adalah faktor yang banyak perempuan bilang akan mempermudah proses berjalan kaki untuk aktivitas fisik selama tahun pertama setelah melahirkan.

Cobalah dan berjalanlah sebanyak yang kamu bisa, dan kamu dapat melakukannya bersama dengan si kecil, juga. Misalnya, kamu dapat berjalan-jalan dengan bayi yang baru lahir di kebun atau di taman. Kamu bahkan dapat menikmati berjalan-jalan singkat sambil meletakkan bayimu tidur di lenganmu saat kamu berjalan di sekitar rumah. Sembari berjalan kaki, cobalah melakukan latihan ringan di rumah.

Olahraga selama 30 menit setiap hari

Dua sampai tiga bulan setelah melahirkan, tubuhmu siap untuk beberapa latihan keras. Bahkan, latihan fisik secara teratur adalah salah satu cara yang paling efektif untuk menyingkirkan berat badan pasca melahirkan. Sebuah studi 2013 yang diterbitkan dalam International Journal of Obesity melaporkan bahwa olahraga ditambah diet intensif dan target obyektif adalah strategi yang paling efektif untuk menurunkan berat badan pada wanita setelah melahirkan.

Fokuslah pada latihan yang mudah dan mendasar untuk memulai. Dengan cara ini kamu tidak akan merasa terlalu lelah atau menyakiti diri sendiri dalam prosesnya. Beberapa latihan dasar yang cocok untuk ibu baru adalah jogging, berlari, berenang, aerobik, bersepeda dan hiking. Kamu juga dapat melakukan latihan ringan untuk mendapatkan kekuatan otot dan mempercepat metabolisme. Plus, kamu dapat mengambil kelas yoga pasca-kehamilan untuk meningkatkan ototmu.

Tetaplah terhidrasi

Ketika mencoba untuk menurunkan berat badan, satu aturan yang harus diikuti setiap orang adalah menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan minum jumlah air yang cukup. Air akan menginduksi thermogenesis tubuh yang membantu meningkatkan metabolisme dan membantu dalam pembakaran kalori.

Sebuah studi 2010 oleh American Chemical Society melaporkan bahwa hanya dengan dua gelas air yang diminum sebelum makan memungkinkan orang untuk menurunkan pon. Selanjutnya, dalam sebuah studi 2010 yang diterbitkan dalam Nutrition Reviews, para ahli mengumpulkan penelitian uji klinis, epidemiologi dan intervensi yang relevan. Dalam meringkas temuan di literatur, mereka menyarankan bahwa air memiliki peran penting dalam mengurangi asupan energi dan mencegah obesitas.

Pastikan kamu minum sekitar 8 sampai 10 gelas air sepanjang hari. Namun, orang yang berbeda memiliki kebutuhan air yang berbeda pula tergantung pada ukuran badan mereka, genetik, tingkat aktivitas dan cuaca. Untuk memastikan kamu sudah minum cukup air, maka periksa di toilet saat kamu mengeluarkan urin. Warna urin semestinya berwarna bening atau setidaknya berwarna jerami terang.

*Lanjutannya, klik page 2 yang ada di bawah

0 comments… add one

Leave a Comment