Tips Menghentikan Kebiasaan Menggigit Kuku

by Ummi on June 10, 2017

Apakah kamu memiliki kebiasaan menggigit kuku? Jika kamu seorang penggigit kuku (atau suka memelintir rambut atau mengetuk-ketukkan jari), ada kemungkinan besar kebiasaanmu itu sudah dimulai saat kecil. Sekitar setengah dari semua remaja suka menggigit kuku mereka, namun lebih dari tiga perempat dari mereka akan menghentikan kebiasaan tersebut pada usia 35 tahun. Kebiasaan buruk seperti ini adalah perilaku tak sadar yang kita ulangi akibat dari kegelisahan, stres atau kebosanan.

berhenti menggigit kuku

Salah satu masalah dengan menggigit kuku adalah bahwa hal itu dianggap tidak dapat diterima secara sosial; Kuku yang compang-camping dan digigiti tidak menarik, begitu juga dengan perilakumu menggigit kuku. Beberapa orang menggigit kuku mereka sedemikian parah sehingga jari-jari mereka berdarah, atau kuku-kuku itu menjadi sangat kerdil sehingga hampir tidak ada kuku yang tersisa. Tapi ini bukan hanya tentang memiliki tangan yang cantik – selain dampak negatif menggigit kuku mempengaruhi penampilanmu, menggigit kuku juga dapat mempengaruhi kesehatan. Berikut adalah Tip Menghentikan kebiasaan Menggigit Kuku yang bisa kamu ikuti agar kamu terlepas dari kebiasaan buruk tersebut :

Gunakan kuku palsu

Jika kamu seorang penggigit kuku yang memiliki masalah untuk menghentikan kebiasaan tersebut, maka kamu bisa mencoba menggunakan kuku palsu sementara waktu. Kamu bisa menggunakan kuku palsu akrilik, gel, atau press-on.

Kuku palsu tidak hanya akan terlihat bagus, mereka juga melakukan tugas hebat untuk mencegahmu menggigiti kukumu. Dan mereka juga aman bagi kuku aslimu, dengan asumsi kamu memasang kuku palsumu di salon professional dengan reputasi yang bagus. Jika kamu tidak suka dengan kuku palsu, atau mereka tidak cukup bisa mencegahmu dari mengunyah kuku, maka cobalah untuk menggunakan perban atau plester di kukumu atau sarung tangan. Cara ini mungkin terlihat sedikit aneh, namun mereka bisa benar-benar efektif.

Lakukan kebiasaan yang baru

Seperti yang diketahui perokok, kebiasaan bisa sangat sulit untuk dihentikan. Menggigit kuku tidak terkecuali. Dan sementara kita tidak menganjurkan mengganti kebiasaan menggigit kuku dengan sesuatu yang berbahaya seperti merokok, ada beberapa kebiasaan yang tidak begitu mematikan yang bisa membantu orang yang bertahan dalam kebiasaan tersebut untuk berhenti. Beberapa contoh gangguan yang bisa menjadi alat pencegah gigitan yang sangat kuat antara lain adalah bersenandung, mengetuk-ketukkan jari, mengunyah permen karet, atau permen.

Kelemahan dari mengadopsi kebiasaan baru untuk menendang yang lama adalah, meski berhasil (dan mungkin tidak), kamu mungkin mendapati dirimu terjebak dengan kecenderungan lain yang sama merepotkannya. Ini biasanya tidak menjadi masalah bagi nyanyian, tapi bisa menjadi bencana bagi pemakan permen. Menggigit kuku saja sudah cukup perlu dikhawatirkan tanpa adanya penambahan gigi membusuk dan penambahan berat badan.

Carilah grup support

Jika kamu  seperti kebanyakan orang, maka mencapai tujuan apapun jauh lebih mudah saat kamu melakukannya dengan seorang teman. Banyak pengigit kuku mencari dukungan dari orang lain yang juga berusaha melepaskan kebiasaannya. Fakta sederhana memiliki orang lain untuk berbagi tujuan dan tanggung jawab memungkinkanmu untuk berhasil dalam usahamu untuk berhenti menggigit kuku. Berhenti dengan teman atau sekelompok orang dengan penderitaan yang sama juga memungkinkan Anda berbagi tip dan strategi untuk berhenti. Lagi pula, sesuatu yang bekerja untuk satu orang mungkin saja juga bisa bekerja dengan baik untuk orang lain.

Alasan lain yang bagus untuk mencari teman atau kelompok pendukung untuk bitter kuku adalah bahwa kemungkinan ada kesamaan dalam penyebab menggigit kuku. Dengan kata lain, orang dengan kebiasaan tidak diinginkan yang sama mungkin memiliki riwayat psikologis yang serupa. “Pertemuan pikiran” ini bisa menjelaskan akar penyebab dari menggigit kuku.

Bebaskan melalui relaksasi

Entah kenapa dan bagi sebagian orang, menggigit kuku terasa menyejukkan dalam menghadapi stres atau rasa gelisah. Jika ini terdengar tidak asing bagimu, maka mungkin akan membantu menggunakan teknik relaksasi atau pengurangan stres untuk mengatasi keinginan untuk menggigit. Terapi ini bisa sangat efektif dalam mengurangi stres dan kecemasan, yang mungkin merupakan akar dari masalah menggigit kuku.

Relaksasi juga bisa datang melalui penciptaan lingkungan yang menenangkan, seperti minum teh herbal dan menggunakan lotion yang memiliki aroma menenangkan. Menurut Tanya Clausen, pekerja sosial klinis di Washington, D.C, teknik pernapasan tertentu, seperti pernapasan dalam atau pernapasan cepat dapat mengurangi stres atau kecemasan yang mungkin menyebabkan kamu ingin memakan kukumu.

*Lanjutannya, klik page 2 yang ada di bawah

Page: 1 2