Tips Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Saat Hamil

by Ummi on November 9, 2016

Tekanan darah tinggi selama kehamilan bisa menempatkan tekanan ekstra pada jantung dan ginjal, yang pada gilirannya meningkatkan risiko penyakit jantung, penyakit ginjal dan stroke. Seiring dengan ini, komplikasi lain mungkin juga terjadi seperti pembatasan pertumbuhan janin, kelahiran prematur, solusio plasenta dan sesar.

tekanan darah tinggi saat hamil

Bila menderita hipertensi selama kehamilan, maka penting untuk memantau tingkat tekanan darah calon ibu dengan cermat selama kehamilan. Dengan mengelola tekanan darah dapat membantu ibu memiliki kehamilan yang sehat dan bayi yang sehat. Pada saat yang sama, tes USG juga harus sering dilakukan untuk melacak pertumbuhan bayi dalam kandungan. Berikut adalah tips untuk menurunkan tekanan darah tinggi selama kehamilan :

Pantau asupan garam

Pada umumnya, saat penderita tekanan darah tinggi mengurangi asupan garam, maka tekanan darahnya akan cepat turun. Hal itu bahkan mencegah tekanan darah untuk melonjak naik. Studi tahun 2014 yang terbit di Electrolytes & Blood Pressure menunjukkan bahwa  pengurangan asupan garam bisa mengurangi jumlah kematian akibat hipertensi, penyakit cardiovascular, dan stroke.

Dan ingat, bahwa tubuh tetap membutuhkan sejumlah kecil sodium (garam) agar bisa bekerja dengan normal, namun kelebihan garam hanya akan meningktakan tekanan darah dan resiko terkena serangan jantung dan stroke.

Selama kehamilan, ibu hamil harus mengawasi asupan garamnya untuk memastikan bahwa tekanan darah bisa terkontrol, diantaranya dengan cara berikut:

  • Jangan menambahkan terlalu banyak garam ke dalam makanan saat memasak. Gunakan herbs dan rempah-rempah sebagai ganti untuk menambahkan citarasa ke dalam menu makananmu.
  • Hindari makanan olahan, fast food, dan minuman penambah tenaga, dimana itu memiliki kandungan sodium tinggi walaupun mereka tidak berasa asin.
  • Hindari pula makanan kalengan yang seringkali tinggi sodium.

Cobalah untuk mengendalikan nafas

Menarik nafas dalam-dalam adalah teknik relaksasi populer yang bisa membantu menurunkan tingkat stress dan menstabilkan tekanan darah. Stdui 2015 yang terbit di Hypertension menemukan bahwa bernafas secara pelan bisa meningkatkan sensitifitas arterial baroreflex dan mengurangi tekanan darah.

Selain itu, setiap kali mengambil nafas dalam-dalam, darah yang beroksigen akan dikirimkan ke masing-masing dan setiap sel dalam tubuh. Hal ini pada gilirannya akan memberikan energi dan membuat kita merasa baik secara keseluruhan.
1. Berbaringlah dengan nyaman di punggung (terlentang).
2. Letakkan tangan di atas dada dan di bawah tulang rusuk.
3. Perlahan-lahan tarik napas melalui hidung sehingga kamu merasa perutmu bergerak ke atas.
4. Perlahan buang nafas melalui mulut dengan menghitung sampai 5, sekaligus menjaga otot-otot perut tetap kencang.
5. Ulangi 10 kali dan jaga agar kamu tetap bernapas secara teratur dan lambat.
6. Praktekkan teknik pernapasan dalam selama 10 menit, 2 atau 3 kali sehari, untuk mengelola tekanan darah dan menjaga jantung tetap sehat.

Sering berjalan-jalan

Wanita yang tidak aktif berada pada risiko yang lebih tinggi mengalami hipertensi selama kehamilan dibanding mereka yang rajin berolahraga. Berjalan adalah salah satu latihan kardiovaskular terbaik bagi wanita hamil. Wanita hamil dengan hipertensi dapat menurunkan tekanan darah mereka dengan cara menikmati berjalan-jalan selama 30 sampai 45 menit setiap hari. Ini adalah kegiatan yang aman dilakukan sepanjang seluruh sembilan bulan kehamilan.

Juga, itu adalah salah satu cara terbaik untuk mulai berolahraga jika kamu sudah cukup aktif sebelum hamil. Mulailah dengan berjalan lambat dan secara bertahap meningkatkan kecepatan serta durasi, mulai dari 20 sampai 60 menit. Sebagai bonus tambahan, berjalan teratur dapat memastikan bahwa kamu kuat dan memiliki banyak daya tahan ketika saatnya melahirkan.

*Lanjutannya, klik page 2 yang ada di bawah

Page: 1 2