Tips Menyusui Bagi Ibu Yang Baru Melahirkan

by Ummi on September 17, 2017

ASI adalah makanan terbaik yang bisa Anda berikan untuk memberi makan bayi yang baru lahir setidaknya untuk masa enam bulan pertama, seperti yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia dan American Academy of Pediatrics.

Banyak sekali manfaat yang bias kamu dapat dari memberikan ASI eksklusif kepada bayi barrrrrrru lahir. Pertama-tama, ASI memiliki semua nutrisi yang dibutuhkan bayi baru lahir untuk tumbuh dan tetap sehat. ASI mempromosikan sistem pencernaan yang sehat; memperkuat sistem kekebalan bayi; meningkatkan IQ; membantu mencegah sindrom kematian bayi mendadak (SIDS); melindungi terhadap kondisi seperti asma, alergi, diabetes dan obesitas; dan memastikan perkembangan sehat pada bayi prematur. Bukan hanya bagi bayi, menyusui juga baik untuk ibu.

tips menyusui

Menyusui membantu rahim Anda kembali ke ukuran pra-kehamilan dengan lebih cepat. Ini juga membantu membakar kalori ekstra dan Anda akan menyingkirkan bobot ekstra semana kehamilan dengan lebih cepat. Selain itu, menyusui juga mengurangi risiko terkena kanker payudara, kanker ovarium, penyakit jantung dan diabetes. Ini juga diketahui bahwa menyusui membantu Anda mengembangkan ikatan batin dengan bayi yang baru lahir. Jika Anda memilih untuk menyusui, ingatlah bahwa ini adalah proses belajar. Tidak ada aturan keras dan cepat tentang bagaimana cara melakukannya. Namun, untuk meningkatkan peluang sukses Anda, ada banyak tip dan trik sederhana yang dapat Anda simak, seperti pada ulasan berikut ini:

Dapatkan posisi menyusu bayi yang tepat

Menyusui untuk pertama kalinya tidak selalu mudah. Tidak peduli berapa banyak Anda membaca tentang info seputar menyusui, pengalaman setiap orang sebenarnya berbeda.
Jadi, saat menyusui bayi Anda dalam satu jam pertama setelah melahirkan, jangan ragu untuk meminta bantuan.

Perawat bersalin atau konsultan laktasi rumah sakit dapat menunjukkan kepada Anda bagaimana cara memposisikan bayi untuk menyusui dan apakah bayi sudah menyusu dengan benar.
Meskipun mungkin terasa tidak nyaman saat bayi Anda menyusu, hal itu tidak akan pernah terasa menyakitkan. Jika sakitnya terasa parah, maka Anda mungkin tidak memiliki posisi yang tepat. Saat Anda pulang ke rumah, kelilingi diri Anda dengan sistem pendukung yang baik dan hubungi dokter Anda jika Anda masih memiliki masalah dengan menyusui.

Dapatkan posisi menyusui yang nyaman

Menyusui bisa menjadi melelahkan, jadi kamu perlu merasa nyaman saat menyusui bayi.
Jika Anda merasa sangat sakit saat melahirkan, maka dukung tubuhmu dengan bantal. Kemudian, bawalah bayi ke payudara Anda. Dianjurkan untuk tidak condong ke depan untuk membawa payudara Anda ke bayi Anda, karena bisa menyebabkan rasa sakit, terutama segera setelah melahirkan.

Selalu sangga kepala bayi Anda dengan satu tangan dan sangga payudara Anda dengan tangan yang lain. Buat bayi Anda membuka mulutnya dengan menggelitik bibir bawahnya dengan puting susu Anda. Jika bayi Anda lapar, dia akan langsung menyusu dan mulai mengisap dan menelannya dengan cara yang ritmis.

Tunggu tanda-tanda dari bayi

Bayi Anda akan memberi Anda isyarat saat dia merasa lapar. Dia bisa mengendus-endus di sekitar untuk mencari puting susu Anda, meletakkan jari tangannya di mulutnya (mengenyut jari) atau terlihat semakin waspada.

Begitu Anda melihat sinyal, yang perlu kamu lakukan hanyalah mengangkat bayimu dan mulai menyusuinya. Awalnya, Anda mungkin harus menyusui sekitar 10 sampai 12 kali sehari. Beberapa bayi mungkin membutuhkan lebih banyak makanan. Semakin sering Anda menyusui bayi Anda, semakin banyak susu yang akan dihasilkan ASI Anda. Berhubung bayi yang baru lahir secara naluriah akan memiliki indera penciuman yang semakin menguat, maka letakkan bayi Anda lanhsung ke kulit. Ini akan membantu bayi mencari puting untuk mulai menyusui.

 Susui bayi dari kedua payudara secara bergantian

Ketika berbicara soal menyusui, bantu bayi Anda untuk menyusu dari kedua payudara Anda.
Susui bayimu dari payudara pertama secara menyeluruh, sampai payudara terasa lembut dan ringan (tak terasa keras dan penuh lagi). Kemudian buat bayi Anda bersendawa dan tawarkan payudara yang kedua.

Jika bayi Anda masih lapar, dia akan menyusu di payudara kedua dengan cepat. Jika tidak (sudah kenyang), mulailah sesi menyusui berikutnya dengan payudara yang kedua. Dalam beberapa kasus, bayi lebih suka menyusui hanya dengan satu payudara. Jika hal ini terjadi, penting untuk memompa payudara yang lain untuk mengurangi tekanan dan memastikan suplai susu Anda.

*Lanjutannya, klik page 2 yang ada di bawah

Page: 1 2