≡ Menu
werno-werno.com

Tips praktis untuk mengatasi anak yang pilih-pilih makanan

Kalau anak Anda masih bayi (kisaran umur 6 – 12 bulan) akan mudah mengatur menu makanan bayi yang sehat dan bergizi. Namun, jika anak usianya sudah dua tahun lebih mereka suka memilih makanan tertentu dan bahkan tidak mau makan. Kalau sudah begini, Anda bisa frustasi dengan tingkah anak yang suka memilih-milih makanan dan tidak mau makan yang lain selain makanan favoritnya. Sangat wajar bagi beberapa anak kecil jika mereka suka pilh-pilh makanan.

Tips praktis untuk mengatasi anak yang pilih-pilih makanan

Beberapa anak akan sangat senang menyantap makanan tertentu dan menolak menu yang lain. Namun, jika hal ini terus menerus dibiarkan, maka akan merusak pola makan anak dan membawa dampak buruk bagi kesehatannya kelak karena tidak adanya keseimbangan dalam menu makanan yang dikonsumsinya. Untuk menyeimbangkan asupan nutrisi yang dibutuhkan anak, yang paling penting bagi orang tua adalah mereka harus berjuang keras, berpendirian kuat, tetap bertahan, menggunakan taktik yang cerdas, dan terus bersabar. Beikut adalah tips-tips mudah dan praktis untuk mengatasi anak yang suka pilih-pilih makanan:

1. Jangan terus menerus memberi dan menawarkan makanan yang hanya disukai anak.

Jika anak menolak untuk makan hidangan yang disajikan, terkadang orang tua khawatir anaknya akan terus merasa lapar dan mogok makan, sehingga mereka terpaksa memberikan apa yang diingin sang anak. Segera hindari kebiasaan untuk terus memberikan kepada anak makanan favoritnya. Karena anak akan mempelajari untuk memanipulasi Anda agar mau memberikan apa yang mereka inginkan setiap saat, dan ada kemungkinan makanan yang disukai anak justru tidak sehat atau memiliki kandungan nutrisi esensial yang kurang. Sebagai solusinya, lebih baik berilah anak makanan dalam porsi kecil atau camilan sehat seperti buah. Dengan cara tersebut,anak akan tidak kelaparan lagi dan malah membuat mereka berselera makan saat jam makan berikutnya.

2. Sediakan makanan pada jam yang sama setiap harinya

Waktu tiga kali makan sehari (sarapan pagi lalu makan siang, dan makan malam), yang disajikan pada jam yang sama di setiap harinya merupakan kunci utama. Anda juga bisa memberi camilan sehat pada anak satu atau dua kali saja, jangan lebih dari itu. Jika anak terus ngemil seharian khususnya menjelang waktu makan berat, maka anak akan merasa tidak lapar dan menolak untuk makan. Jika Anda menyiapkan makan di jam yang sama setiap hari, anak akan secara otomatis merasa lapar tepat sebelum waktunya makan, yang mana akan mengurangi kesempatan bagi mereka untuk menolak makan.

3. Beri makan anak menu yang sama dengan yang Anda makan

Jujur saja, meski Anda sebenarnya lebih memilih bakso atau burger daripada sesuatu yang sehat, tapi jika Anda sendiri memakan bakso sedangkan anak Anda disuruh untuk makan sayuran, tentu mereka akan protes dan ingin makan bakso juga. Anak-anak akan melihat pada diri Anda. Jadi, jika ingin mengajari anak untuk makan makanan yang bervariasi dan bergizi, maka Anda harus menjadi teladan dan menerapkan hal yang sama pada diri Anda. Jika Anda memakan menu yang sama, maka anak tidak akan bisa komplain lagi.

4. Buat menu makanan yang berbeda di setiap jam makan

Tahukah Anda, anak membutuhkan lebih dari 40 jenis nutrisi berbeda untuk membantu proses tumbuh kembangnya. Namun, Anda pasti tidak mungkin menggabungkan semua itu dalam satu menu makanan bukan? Yang terpenting, lima nutrisi utama untuk anak adalah susu, buah, sayuran, daging dan biji-bijian. Dengan kombinasi bahan-bahan ini, anak akan mendapatkan nutrisi seperti vitamin, mineral, protein, dan serat yang cukup. Jadi, dengan Anda menyajikan menu yang berbeda-beda setiap hari, meski anak akan menolak beberapa diantaranya, mereka akan tetap mendapatkan nutrisi harian yang cukup.

5. Singkirkan gangguan pada waktu makan

Anak Anda harus mengerti bahwa jam makan adalah waktunya untuk makan, bukan yang lain. Itu berarti, jangan ada TV, tablet, game, smartphone, mainan, atau barang pengganggu lain di meja makan. Jika Anda membiarkan anak bermain saat mereka makan, anak akan memahami bahwa meja makan juga merupakan tempat bermain sehingga akan mengacaukan waktu makan. Kebanyakan anak akan lebih memilih bermain daripada makan, terutama jika makanan yang disajikan tidak mereka sukai.

6. Jangan coba-coba menawarkan makanan yang manis-manis sebagai hadiah

Beberapa orang tua, akan menjanjikan anak mereka makanan manis seperti donat, cokelat, es krim atau permen sebagai iming-iming jika mereka mau makan. Jika Anda melakukannya, anak akan memanfaatkannya dan terus menagih untuk makanan manis setiap saat. Mereka akan mengasosiasikan makanan manis merupakan hadiah dan sayuran tidak lebih berharga daripada donat. Kebiasaan buruk ini akan merusak pola makan mereka suatu hari nanti, sehingga mereka akan makan yang manis-manis saat mereka sedang sedih, atau sebagai hadiah atas kerja keras mereka sepulang sekolah. Untuk itu, Anda bisa menggantikan makanan manis sebagai hadiah dengan menjanjikan bermain bersama atau buku bacaan baru jika mereka mau makan..

0 comments… add one

Leave a Comment