Tips & Trik Menghindari Residu Pestisida Pada Makanan

by Ummi on March 29, 2016

Pestisida adalah zat beracun yang digunakan untuk membunuh serangga, gulma, jamur, dan tikus. Pestisida ini hampir digunakan dimana saja, mulai dari bidang pertanian, rumah, hingga tempat-tempat publik. Meski pestisida membantu mengendalikan kerusakan tanaman yang disebabkan oleh serangan hama dan meningkatkan produksi pangan di seluruh dunia, namun mereka masih menimbulkan resiko yang signifikan, baik secara langsung ataupun tidak langsung terhadap kesehatan tubuh kita.

residu pestisida

Sebuah studi tahun 2007 yang terbit di Canadian Family Physician melaporkan adanya asosiasi positif antara paparan pestisida dengan kanker otak, payudara, ginjal, paru-paru, rahim, pankreas, prostat, dan perut. Begitu pula studi tahun 2013 yang dilaporkan oleh the European Food Safety Authority mencatat bahwa paparan terhadap pestisida bisa menyebabkan penyakit leukemia pada anak-anak dan penyakit Parkinson.

Sebuah laporan tahun 2015 yang dikeluarkan oleh Environmental Working Group menyatakan bahwa hampir dua pertiga dari 3.015 sampel produk makanan yang diuji oleh Departemen Pertanian AS di tahun 2013 telah terbukti mengandung pestisida. Menurut laporan tersebut, makanan yang memiliki muatan pestisida tertinggi adalah buah apel, peach, strawberry, anggur, seledri, bayam, paprika, timun, tomat cherry, dan kentang. Sedangkan makanan yang hanya mengandung sedikit pestisida antara lain alpukat, jagung, nanas, kubis, asparagus, bawang mearh, pepaya, kiwi, terong, bunga kol, dan ubi jalar.

Untuk meminimalisir terhadap bahaya papartan pestisida pada makanan yang kamu konsumsi, berikut adalah beberapa tips dan trik untuk menghindari residu pestisida pada makanan;

Cuci buah dan sayur dibawah air mengalir

Saat menanam buah dan sayur, banyak petani yang menyemprotkan pestisida ke daun dan batang untuk melindungi tanaman dari kerusakan. Sejumlah besar pestisida juga menumpuk pada permukaan luar dari buah-buahan dan sayuran. Untuk menghilangkan sisa pestisida dan racun, pilihan terbaik adalah untuk mencuci buah dan sayur dibawah air hangat mengalir sebelum kamu memakannya. Jadi lebih baik gunakan air hangat daripada air dingin atau air panas.

Pastikan kamu tidak mencuci dan mengelap produk tersebut dengan cepat-cepat karena pestisida tidak hanya begitu saja larut dalam air, namun tindakan menggosok produk dibawah air lah yang membantu menghilangkan sisa pestisidanya. Sebuah laporan tahun 2012 yang diterbitkan oleh Department of Analytical Chemistry di Connecticut Agricultural Experiment Station menunjukkan bahwa membilas buah dan sayuran di bawah air mengalir secara signifikan bisa mengurangi residu dari sembilan dari 12 jenis pestisida yang diteliti di 14 komoditas. Kamu bisa menggunakan bantuan sikat sayuran untuk membantu menggosok produk secara menyeluruh di bagian-bagian yang sulit dibersihkan.

Keringkan dengan kertas tissue

Setelah kamu mencuci buah dan sayur, keringkan juga secara menyeluruh. Hal ini kan membantu menghilangkan setiap residu yang masih menempel di permukaan. Daripada kamu menggunakan kain lap dapur, lebih baik gunakan kertas tissue sekali pakai karena residu pestisida dari buah dan sayur bisa tertempel pada kain lap yang tidak dicuci langsung dan malah justru berpindah ke makanan lain, tangan, dan piring.

Kertas tissue bagus untuk mengeringkan apel, strawberry, pear, jambu, dan tomat. Untuk buah dan sayur yang keras, seperti melon dan sayuran jenis umbi-umbian, maka dibutuhkan sedikit penggosokan. Untuk daun selada atau sayuran jenis daun untuk salad yang lain dan juga sayur berwarna hijau, maka gunakanlah spinner salad untuk menghilangkan kelebihan cairan. Setelah mengeringkan buah dan sayur, kamu bisa menyimpannya dengan aman tanpa khawatir dengan kelembaban.

Kupas kulit luarnya

Kupas kulit dari buah dan sayur, jika memungkinkan. Wortel, kentang, buah bit, dan lobak biasanya harus dikupas kulitmya untuk mengurangi peluang terkena residu pestisida yang berbahaya. Dengan melalui pengupasan, kamu bisa menghilangkan baik kontak ataupun sistemik pestisida yang muncul di permukaan buah dan sayuran.

Ini juga merupakan cara efektif untuk produk-produk yang diawetkan menggunakan lilin, misalnya saja apel, karena residu pestisida mungkin bisa terperangkap dibawah lilinnya. Pastikan kamu mengupas kulitnya setelah mencuci produknya untuk mencegah kotoran dan bakteria berpindah dari pisau atau alat pengupas ke buah atau sayur. Setelah mengupas, lalu cuci sekali lagi baru setelah itu dikonsumsi. Untuk sayuran berdaun hijau seperti daun selada, sawi, atau kubis, maka buang daun terluarnya, karena lapisan terluarnya memiliki kandungan pestisida lebih banyak daripada lapisan dalamnya.

*Lanjutannya, klik page 2 yang ada di bawah

Page: 1 2